Entri Populer

Selasa, 21 Juni 2011

SEMUA YANG TERJADI BUKAN KARENA KEBETULAN

Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” - Amsal 3:5-6

Shalom anak Kerajaan, dahsyat! Renungkan Rut 2:1-12. Apakah segala sesuatru yang terjadi dalam kehidupan kita itu hanya kebetulan saja?

Setelah Naomi meninggalkan negeri tempat mereka mengungsi, ia  kembali kenegerinya disertai dengan menantunya Rut, sebab suami dan kedua anaknya sudah meninggal  dan menantunya yang satu yakni Orpa telah mengambil keputusan untuk kembali keMoab. Kehadiran mereka berdua membuat penduduk kota gempar. Setelah beberapa lama mereka tinggal  di Betlehem tanpa kesulitan, Rut memperoleh pekerjaan yang layak, karena pada waktu musim menuai selalu ada pekerjaan di ladang yaitu memungut butir-butir jelai di belakang para penyabit. Rut memutuskan untuk bekerja di salah satu ladang, Berawal dari ketetapannya itulah Allah mulai membuktikan  pemeliharaan-Nya  bagi Rut dan Naomi. Jadi semuanya ini terjadi bukan karena kebetulan, karena dari situlah untuk pertama kalinya Rut bertemu dengan pemilik ladang yang bernama Boas, - keluarga dari almarhum ayah mertuanya, yang kelak orang itulah yang akan menebus dan menjadi suaminya. Ketika Boas mengetahui yang sebenarnya siapakah Rut itu?, iapun tertarik dan berkata: “Tidak usah engkau pergi memungut jelai di ladang orang lain ... tetapi tetaplah dekat pada pengerja-pengerjaku perempuan.” (ayat 8). Karena kepedulian dan perlindungan yang dilakukan oleh Boas, maka bertanyalah  Rut kepadanya: “Mengapakah engkau melakukan  hal  ini padaku?”  Ia menjelaskan bahwa kisah mengenai pengabdian Rut pada Naomi amat menyentuh hati Boas dan  semua yang dilakukan oleh Boas  hanya  untuk menunjukkan penghargaannya kepada Rut.
Apakah Rut tahu dan sadar waktu ia bekerja di ladang Boas terjadi secara kebetulan? Jawabanya tentulah tidak. Ia mungkin tidak menyadari adanya pimpinan Tuhan dalam hidupnya – tetapi sesungguhnya Tuhan telah memimpinnya. Betapa menggairahkan bagi kita semua jika kita mengetahui bahwa Tuhan tengah bekerja untuk memberikan kebaikan bagi kita  – bahkan pada saat kita tidak dan belum  menyadarinya.
Bayangkan  bahwa saudara adalah orang yang selalu sadar bahwa hidup saudara selalu disertai oleh Tuhan. Jangan ada dalam pikiran kita terlintas bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita itu terjadi hanya karena kebetulan Bagikanlah berkat renungan hari ini kepada mereka yang membutuhkan kebenaran ini.

ORANG KRISTEN YANG SEJATI ADALAH PERCAYA SEPENUHNYA BAHWA, HIDUPNYA TELAH DIATUR OLEH TUHAN

Senin, 13 Juni 2011

Yohana Anakku, Karya Ajaib Tuhan

detail_img
Shalom anak Kerajaan, dahsyat! Sore itu Yohana, putri bungsu pasangan Iwan Darmawan dan Retno sedang bermain di atap rumah seorang diri, tak pernah seorangpun menduga anak kecil tersebut bisa terlempar kebawah dan tidak sadarkan diri.
Saksi mata kejadian, Ibu Ariyani yang adalah tetangga korban mendengar suara benturan keras saat Yohana jatuh.
"Saya denger suara ‘gubrak' kaya suara motor tabrakan gitu... Ibu langsung ke depan. Dilihat disitu, Yohana jatuh. Kira ibu mah.. tangan yang patah. Tapi yang kena kan kepala," demikian tutur Ibu Ariyani menceritakan kejadian naas tersebut.
Saat itu Yohana dibawa oleh warga yang berada dekat lokasi kejadian kerumahnya. Ibunya, Retno yang tidak tahu apa yang terjadi dengan anaknya histeris kebingungan.
"Yohana..Yohana... bangun Yoh..ini mami Yoh...Ini Mami...," demikian cerita Ibu Retno mengingat kejadian itu.
Sang ayah yang masih bekerja di pabrik segera di hubungi oleh sang kakak.
"Halo.. ada apa ini?" tanya Iwan.
"Papi pulang..Papi pulang...!" seru sang kakak dengan histeris.
"Kenapa? Papi lagi kerja.."
"Hana jatuh pi.."
"Saya pikir ya jatuh biasa.. lah namanya juga anak-anak. Anak saya ini juga aktif sekali," demikian jelas Iwan.
Iwan mematikan HPnya. Namun tak berapa lama kemudian HP Iwan kembali berdering, anaknya kembali memintanya segera pulang.  
"Hati saya jadi ngga enak.. saya jadi pengen segera pulang."
Iwan segera minta ijin dari kantornya dan langsung pulang. Sementara dirumah, sang istri dalam keadaan kebingungan melihat kondisi anaknya yang tidak sadarkan diri.
"Saya goyangkan mukanya dan bilang.. ‘Yoh.. ini mami..ini mami..' tapi dia hanya diam.. bikin saya bingung."
Tak lama kemudian Iwan sampai dirumahnya. Sang istri berseru histeris sambil memperlihatkan anaknya. Iwan melihat anaknya yang pingsan sempat kaget, dia berusaha menenangkan dirinya. Belum juga ia menenangkan dirinya, istrinya berseru memberitahukan keadaan kepala anaknya yang tidak normal.
"Papi.. kepalanya dekok..."
Iwan menyentuh pelan-pelan kepala anaknya, dan menemukan ada bagian kepala anaknya yang menonjol kedalam. Dan setiap kali disentuh, sang anak menangis.  Iwan pun makin panik dan menhubungi ibunya dan menceritakan apa yang menimpa anak kesayanganya tersebut.
"Ibu.. Hana jatuh dan muntah bu..." teriak Iwan melalui telephone kepada ibunya.
"Cepat bawa kerumah sakit..kelihatannya dia gagar otak"
"Iya bu..iya bu..."
Mendengar anaknya gagar otak, Iwan dan Retno makin panik.
"Saat itu saya baru sadar.. posisi mulut anak saya sudah ketarik kesini," Iwan memperagakan posisi mulut anaknya yang sudah mulai tertarik kesamping.
"Saat itu saya kuatir, anak saya akan jadi seperti apa. Hati saya sakit."
Pertolongan yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Mobil temannya untuk membawa Yohana kerumah sakit akhrinya sampai. Tak ingin keadaan anaknya bertambah parah, mereka melarikan Yohana ke sebuah rumah sakit. Saat itu kenangan akan anaknya yang aktif muncul dalam ingatan Iwan.
"Kalau saya pulang, dia bukain pintu saya..."
Namun tiba-tiba Yohana muntah untuk kedua kalinya. Tapi secara mendadak, mulut Yohana yang tadinya miring, sudah kembali normal.
"Dan kepala yang tadinya saya pegang dekok, gembung. Saat itulah saya menangis."
Begitu tiba dirumah sakit, ternyata rumah penuh sesak dengan pasien. Beruntung seorang perawat membantunya mendapatkan sebuah tempat tidur.
"Yohana ditaruh disitu.. Cuma ditaruh aja.."
Iwan mencoba bertanya pada dokter disitu,
‘Ini gimana dokter?'
‘Coba bapak ke administrasi untuk mendaftarkan Yohana sebagai pasien disitu.'
Iwan sempat bingung karena dia tidak membawa uang. Uang yang ada hanya dua puluh ribu.
"Linda, teman saya tahu bahwa saya kebingungan. Tanpa permintaan, dia mengambil dompet lalu mengeluarkan uang. ‘Nih.. kamu pegang dulu. Aku tahu kamu ngga punya uang.' Dia bilangnya begitu. Hal ini menjadi seperti sebuah harapan baru buat saya. Saya langsung lari keruang pendaftaran. Saya sekali daftar Rp.60.000.-"
Setelah mendaftarkan Yohana sebagai pasien dirumah sakit itu, Iwan berharap anaknya dapat segera mendapat pertolongan yang serius.
"Cuma dipegang sedikit, dan sempat ditanya."
‘Ini kenapa?'
‘Oh.. ini jatuh dari lantai dua. Lalu muntah-muntah.'
‘Muntahnya berapa kali?'
‘Muntah dua kali.' 
"Lalu setelah itu ditinggal lagi."
Tak lama kemudian, Iwan diberi surat rujukan agar Yohana segera di rontgen. Setelah di rontgen, tiba-tiba saja Yohana sulit bernafas dan kondisinya kian melemah.
"Nafasnya agak putus-putus, saya samperin dokternya dan bertanya, ‘Ini gimana?' ‘Pak tolong jaga kesadarannya, kalau ngga, ngga ketolong lagi.'"
Saat itulah ibundanya menelephon menanyakan keadaan cucunya.
"Halo wan.. Gimana keadaannya?"
"Iya bu.. ini baru selesai di rontgen bu.."
"Sudah di scaning otak belum?"
"Untuk apa bu?"
"Harus wan... harus discaning otak.." demikian permintaan ibunya.
Iwan pun menemui perawat untuk meminta anaknya di scaning.
"Emang bapak mampu bayarnya?" tanya perawat itu.
"Memang berapa sih harganya?"
"Enam ratus ribu pak.."
Saat itu Iwan hanya memegang uang tiga ratus ribu rupiah, namun ia meyakinkan dirinya bisa membayar biaya scaning otak anaknya. Ketika tiba di bagian kasih dan harus membayar, disinilah pertaruhan iman Iwan diuji.
"Saya sodorin..." saat itu Iwan tampak kebingungan.
Tiba-tiba adiknya datang. Pertolongan yang dibutuhkannya muncul tepat pada waktunya. Adiknya memberikan pinjaman untuk membayar scaning tersebut.
"Wah.. ini berbahaya pak. Ada pembekuan darah di otak dan ada darah yang menggumpal yang mendesak otak. Ini harus segera di operasi. Bawa surat rujukan saya ini ke bank darah," demikian ungkap dokter saat melihat hasil scan tersebut.
Harapan Iwan untuk mendapatkan darah dengan segera ternyata sia-sia. Ia bahkan dianjurkan untuk meminta darah ke PMI dan tanpa disangkanya, ia bertemu dengan kawan lamanya yang menolongnya untuk ke PMI.
"Dia bawa mobil, dan dianter ke PMI. Di PMI dilihat darah yang dibutuhkan ngga ada."
Tidak percaya dengan hasil tersebut, teman Iwan minta agar diperiksa ulang, ternyata ada satu kantong darah yang sesuai dengan golongan darah Yohana. Namun kendala demi kendala harus dialami oleh Iwan.
"Darah ini baru bisa digunakan besok pukul lima pagi," kata bagian bank darah.
Iwan memberitahu dokter yang menangani Yohana tentang hal ini.
"Ngga bisa, harus sekarang. Jam satu ini harus segera dipakai."
Namun pihak bank darah tetap tidak bisa mengijinkan, karena jika dipaksakan bisa berbahaya bagi pasien. Iwan akhirnya berkonsultasi kembali dengan dokternya, dan sang dokter menghubungi bank darah untuk segera mempersiapkan darah yang diminta.
"Ruang operasi siapin."
 Suster saat itu memberitahu dokter bahwa Yohana masih di nomor urut enam puluh, namun dokter menyatakan bahwa hal ini darurat dan harus segera ditangani.
"Saya tanya ke beberapa suster, ‘Ini kalau gagal gimana?' Suster menerangkan, pertama bisa meninggal, kedua dia bisa terbelakang mentalnya. Saya tanya minimal berapa lama baru bisa pemulihan, dijawab minimal satu minggu baru bisa masuk bangsal pemulihan. Apa lagi kalau operasi otak."
Ibu Ratna hanya bisa menerima nasihat sang suster untuk terus berdoa.
"Ya berdoa saja, semoga berhasil. Kalau berhasil, itu mah mukjizat. Kami ngga kepikiran gimana-gimana, kami cuma bilang, ‘Tuhan, kami serahkan Yohana."
Saat itulah keluarga itu bergumul dengan Tuhan. Tak lepas, doa-doa dipanjatkan sepanjang masa operasi berlangsung. Mereka berharap penuh pada Tuhan, karena mereka tahu pengharapan mereka tidak akan sia-sia.
"Operasi berjalan dengan baik, Hana baik-baik saja," demikian berita dari dokter yang membuat seluruh keluarga itu merasakan kelegaan yang luar biasa.
"Seneng, bingung, semuanya campur baur," ungkap Retno.
Pemulihan Yohana berlangsung dengan cepat berkat campur tangan Tuhan. Dalam waktu tiga hari Yohana sudah dipindahkan ke bangsal pemulihan. Bahkan dalam waktu enam hari, Yohana sudah belajar berjalan kembali dan ingin kembali bersekolah.
"Yang pasti saya sangat senang ya... Wah ini dasyat! Ini mukjizat yang luar biasa!" demikian ungkap Iwan.
Saat ini Yohana sudah benar-benar sembuh. Bahkan dia mengalami banyak kemajuan jauh dari keadaan sebelumnya.
"Kemajuannya, dia ngga trauma. Tetap main, aktif. Tadinya dia belajar membaca belum lancar, begitu sembuh, anehnya dia langsung bisa lancar membaca. Tuhan menolong sebegitu luar biasanya. Yang harusnya membutuhkan waktu sangat lama, namun dalam waktu dua minggu anak saya sudah kembali ke sekolah,"demikian Iwan menceritakan kemajuan pemulihan putrinya.
Ibunya tak kalah bangga akan kesembuhan Yohana, "Banyak omong, lebih cerewet, lebih lincah. Semua itu Tuhan ijinkan untuk mendatangkan kebaikan bagi kita."
"Mungkin kita tidak peduli dengan hidup kita, tetapi Yesus itu sangat peduli," tandas Iwan.
"Terima kasih Tuhan Yesus, Yohana sudah sembuh," demikian Yohana menutup kesaksian keluarga ini.
(Kisah ini ditayangkan pada 24 Agustus 2010 dalam acara Solusi Life di O Channel).
Sumber Kesaksian :
Iwan & Retno Darmawan

Minggu, 12 Juni 2011

KESAKSIAN MUKJIZAT TERJADI! ERGI, BUAH HATI YG NYARIS PERGI

detail_img

Ergi adalah seorang anak yang sangat lincah dan super aktif baik di rumah maupun di sekolah. Tedy Christian, ayahnya, begitu menyayangi Ergi, anak semata wayangnya. Kehadiran Ergi di dalam keluarga Tedy sangat dinantikan karena Tedy dan Melyana harus menunggu selama tiga tahun sampai akhirnya Tedy hadir dalam kehidupan mereka. Namun pada suatu siang mereka hanya bisa pasrah mendapati anaknya terkapar karena tertabrak truk.
5 Desember 2006
Pada siang itu, Ergi ditemani oleh mbaknya membeli minuman di warung depan rumah persis di sebelah jalan. Mbaknya yang sedang mengambil sedotan tidak terlalu memperhatikan Ergi sedangkan Ergi sendiri setelah menerima minuman tanpa sedotan langsung mau pulang ke rumah. Tanpa disangka, di waktu yang bersamaan sebuah mobil truk yang bermuatan limun sedang menyalip kendaraan lain dan posisi Ergi sudah berada di bibir jalan. Tanpa dapat dihindari lagi, tubuh mungil Ergi ditabrak truk tersebut.
Johan, paman Ergi, yang sedang berada di sekitar tempat kejadian segera berlari mendengar teriakan histeris mbaknya memanggil nama Ergi. Johan mendapati tubuh Ergi yang masih tergeletak di bahu jalan dengan luka menganga di kepala. Tanpa berpikir panjang, Johan segera membawa Ergi ke rumah sakit. Johan menekan tangannya ke luka Ergi yang menganga, berusaha menghentikan darah yang terus mengalir.
Tedy dan Melyana, istrinya, saat itu sedang berada di rumah orang tua Melyana. Tedy ke sana bermaksud menjemput Melyana sekalian membawa pesanan Suryana, ayah mertuanya. Teriakan massa menyebabkan Suryana segera mencari tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi. Suryana serta merta mendatangi massa mencari informasi sedangkan Teddy sendiri malah beranjak ke belakang karena hatinya ciut jika mendengar berita-berita yang mengerikan.
Tanpa disangka, informasi massa menyebutkan bahwa korban tabrakan bernama Ergi. Mendengar hal ini, saat itu juga Teddy merasa jantungnya berhenti berdetak dan darahnya berhenti mengalir. Melyana sendiri langsung pingsan mendengar kabar itu. Teddy segera berlari ke tempat kejadian tapi ia tidak dapat menemukan Ergi karena Johan sudah membawanya terlebih dahulu ke rumah sakit.
Kritis Tanpa Pengharapan 
Nyawa Ergi terancam. Akibat benturan keras di bagian kepalanya, Ergi harus segera menjalani operasi. Kondisi Ergi sangat parah. Banyak kemungkinan yang dapat terjadi dengan kondisi Ergi yang seperti itu. Dengan tubuh dan usia sekecil Ergi (3 tahun) yang mendapat luka serius di kepalanya, besar kemungkinan Ergi akan mati. Adapun kemungkinan yang lain, seperti cedera di kepala pada umumnya, meskipun sembuh bisa saja ada beberapa saraf yang terganggu karena pengaruh luka tersebut dan menyebabkan kelainan. Dalam kondisi kritis tersebut, pihak rumah sakit pun angkat tangan karena peralatan yang tidak memadai dan merujuk Ergi ke rumah sakit yang lebih lengkap peralatannya.
Sesampainya di sana, hasil CT-Scan menunjukkan selain cedera pada bagian kanan atas kepala, ternyata diketahui ada semacam cairan yang aktif di kepala bagian kiri atas, yang diduga kalau berkembang dapat menyebabkan penyakit hydrosepalus (kepala membesar). Saat itu juga dokter meminta persetujuan Tedy untuk segera mengoperasi Ergi dengan resiko apapun hasilnya nanti. Kemungkinannya hanya 30% Ergi dapat selamat.
"Luka yang menekan ke jaringan otak bisa menyebabkan kelumpuhan. Karena memang letak luka itu di daerah paritalnya," jelas dr. Malikuswari, Sp. BS yang menangani Ergi.
Tanpa berpikir panjang, Tedy langsung menandatangani surat persetujuan itu karena sudah tidak banyak waktu lagi untuk membawa Ergi ke Jakarta berobat ke rumah sakit yang lebih besar.
Saat Ergi menjalani operasi, Tedy hanya bisa pasrah dan berkata di dalam hatinya, "Tuhan, kalau Ergi Engkau angkat sekarang, aku rela karena aku percaya Ergi akan lebih bahagia nantinya". Tapi setelah mengatakan hal seperti itu, entah kenapa Tedy tidak merasa damai sejahtera. Hatinya sepertinya menolak perkataan itu bahkan Tedy merasa yakin kalau Ergi akan sembuh.
Setelah operasi, harapan Ergi untuk hidup belum terjawab. Meskipun operasinya berjalan dengan lancar, tapi masa krisis Ergi belum berakhir. Kemungkinannya untuk hidup sangat kecil. Jika kondisinya bisa stabil, Ergi mungkin bisa diselamatkan dan dokter memperkirakan Ergi akan segera sadar dalam waktu kurang lebih satu minggu.
Melyana yang melihat kondisi Ergi di ruang ICU hanya dapat memanggil namanya dengan penuh kesedihan. Hanya doa yang dapat terus dipanjatkan Tedy dan Melyana dengan tiada henti, memohon kesembuhan dan kehidupan bagi anaknya.
Mukjizat Terjadi 
Teddy dan Melyana hanya dapat berharap mukjizat dari Tuhan terjadi atas anak yang sangat mereka sayangi. Saudara-saudara seiman banyak yang datang berkunjung dan mendukung Tedy dan Melyana berdoa secara pribadi memohon kesembuhan Ergi. Selama menunggu masa kritis, Tuhan menunjukkan kuasanya. Selang tiga hari di ruang ICU, Ergi mulai menggerakkan kakinya, tangannya pun dengan lemah mulai bergerak. Teddy dan Melyana dengan penuh ucapan syukur berterima kasih kepada Tuhan karena mereka mulai melihat tanda-tanda kehidupan kembali atas Ergi.
Kondisi Ergi semakin hari semakin membaik sampai akhirnya dokter memperbolehkannya pulang ke rumah. Tedy dan Melyana sangat bersyukur.
"Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena Yesus memang benar-benar berkuasa," Melyana bersaksi dengan penuh sukacita.
Mukjizat Tuhan nyata atas keluarga Tedy. Saat ini Tedy dan Melyana dapat melihat kembali keceriaan Ergi.
"Puji Tuhan, saya sangat bersukacita. Anak saya yang seharusnya meninggal, bahkan dokter sudah memprediksikan tidak ada harapan, tetapi saya melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan dalam keluarga saya," ujar Tedy menutup kesaksiannya dengan penuh ucapan syukur. (Kisah ini sudah ditayangkan 17 Januari 2010 dalam acara Solusi Life di O'Channel).
Sumber Kesaksian :
Teddy Christian

Senin, 06 Juni 2011

TAK BERCACAT MENYONGWSONG KEDATANGAN-NYA

Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya." - 1 Tesalonika 3:13

Shalom anak Kerajaan, dahsyat! Salah satu doa Paulus untuk jemaat Tuhan di Tesalonika yang selalu didoakannya siang-malam(1 Tesalonika 3:10), adalah supaya jemaat kudus, tak bercacat cela, pada waktu Yesus datang untuk kedua kalinya. Mengapa kita harus kudus, tak bercqacat cela?
 
Alkitab  menggambarkan bahwa Yesus adalah mempelai pria dan kita adalah mempelai wanitanya. Pada waktu Yesus datang dan mengangkat kita kelak, digambarkan sebagai acara Pernikahan Anak Domba Allah. Yesus, sebagai Anak Domba Allah dan mempelai pria, akan menikah dengan kita sebagai mempelai wanitanya. kata "menikah" disini berarti "dipersatukan". Kita akan disatukan dengan Kristus, tak terpisahkan lagi untuk selamanya.

Kalau kita melihat pernikahan sekarang ini, adakah pernikahan yang dilakukan seadanya saja? Tentu tidak! Selain dari persiapan tempat, kendaraan, undangan, tempat pemberkatan, studio foto, budget keuangan, dll, tentunya yang menjadi perhatian kita, khususnya penampilan mempelai wanita.

Mempelai wainta harus tampil dalam keadaan yang paling cantik, fresh, dan sehat. Seolah-olah tanpa ada cacat sedikit pun. Oleh karena itu, berbagai persiapan dilakukan. Mulai dari pemilihan gaun yang terbaik dan serasi, make up wajah yang sesuai, tata rias rambut yang mempesona, dll. Beberapa diantaranya bahkan sampai dipingit (diasingkan sementara waktu). Tidak lupa juga dilakukan pemeriksaan kesehatan, supaya pada waktu hari H, bisa tampil sehat.
 
Semuanya dilakukan untuk menyongsong pertemuan dengan mempelai pria dalam pernikahan. Kita akan menemukan dalam semua pernikahan, seorang mempelai wanita yang cantik luar biasa. Bukankah demikian juga dalam perniakhan Anak Domba Allah? Yang diperhatikan dalam hal ini bukanlah penampilan fisik mempelai wanita, tetapi IMAN kita. 
 
Itulah sebabnya, Alkitab memperingatkan kita untuk memperhatian kondisi IMAN kita di akhir jaman ini. Karena hanya dengan IMAN-lah, kita dapat menjadi kudus dan tak bercacat cela dihadapan-Nya kelak, dalam Pernikahan anak Domba Allah. Sudah siapkah Anda? GBU

HANYA IMAN PADA KRISTUS , DAPAT MEMBUAT KITA KUDUS & TAK BERCACAT



Kamis, 02 Juni 2011

MENGAPA KITA HARUS BERDOA?


Doa mudah untuk diucapkan, tetapi sulit dilakukan. Saya percaya, semua orang Kristen, pasti hafal doa Bapa kami. Dari sejak bangun tidur, sampai akan tidur lagi malam harinya, biasanya doa Bapa Kami selalu dipanjatkan. Tapi sayangnya, doa yang luar biasa ini akhirnya hanya menjadi doa agamawi saja.
Firman Tuhan diambil dari Lukas 11:1-5, yang berbunyi:
1 Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya."
2 Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.
3 Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya
4 dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan."
Jika kita membaca ayat-ayat ini, ada suatu hal yang mau Tuhan nyatakan kepada kita. Murid-murid Tuhan minta agar Tuhan Yesus mengajarkan mereka untuk berdoa. Demikian juga seharusnya kita, minta agar Tuhan juga mengajarkan kita berdoa? Oleh karena itu, kita bertanya kepada diri kita sendiri, “Mengapa kita berdoa?”
Sedingkali doa identik dengan kita meminta sesuatu dengan Tuhan. Pernyataan ini tidak salah, tetapi bukan hanya sampai di sini saja. Doa berarti kita mencapai suatu Sumber yang Benar (Bapa Surgawi), bukan hanya untuk meminta.
Alkitab berkata bahwa seringkali manusia salah berdoa, sehingga doanya tidak dijawab. Doa yang demikian biasanya hanya ditujukan untuk kepentingan dan kepuasan sendiri.Berdoa juga bukan hanya karena ada tekanan, tetapi berdoa merupakan gaya hidup anak Kerajaan, yang selalu diadakan pada waktu apapun.
Yesus sendiri mmberikan teladan dalam berdoa. Dalam Markus 1:35 dikatakan bahwa pagi-pagi benar, Yesus sudah berdoa. Yesus mambangun hidupNya dan dimulai dengan doa. Pagi-pagi benar, apa yang kita cari? Dalam Lukas 6:12, dikatakan bahwa Yesus juga sering berdoa semalaman untuk mengambil sebuah keputusan penting.
Mengapa Yesus mengajarkan kita untuk berdoa? Karena doa penting dan memiliki dampak yang besar dalam hidup. Doa adalah bergaul karib dengan Tuhan, sebagaimana yang diperlihatkan oleh Henokh, Abraham dan Yesus. Mari kita melakukan doa yang benar sebagai gaya hidup kita. Lakukanlah doa setiap hari, paling sedikit satu jam.
Mengapa kita harus berdoa?
1.      Lukas 11;2, "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.” Doa adalah sarana membangun hubungan dengan Bapa.
Artinya dengan berdoa, kita membangun hubungan intim dengan Bapa. Inilah tujuan utama sebuah doa. Kita mengalami impartasi kemuliaan Bapa. Sering kali kita salah berdoa, yaitu hanya untuk kepentingan kita.
2.     Matius 26:40-41, “Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: ‘Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah’.”Berdoa minimal satu jam, supaya tidak jatuh dalam pencobaan.
Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang sudah berdoa pun, masih dicobai, apalagi oerang yang tidak berdoa?
3.     Lukas 21:36, “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”Kita haru berdoa supaya kita diluputkan dari setiap malapetaka, di akhir jaman.
Firman Tuhan berkata, akan terjadi kesesakan di dunia ini. Di dalam doa, ada kekuatan. Itlah sebabnya Tuhan memperingatkan kita untuk selalu berdoa, supaya jika sekali waktu kelak, ketika pencobaan itu datang, kita memiliki kekuatan untuk menghadapinya dengan benar.
4.     Kisah 4:29-31, “Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus." Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.” Berdoa untuk memperoleh keberanian dari Tuhan. Ketika itu, jemaat berdoa supaya mereka memiliki keberanian untuk terus memberitakan firman Tuhan, sekalipun mereka tahu bahwa para rasul, mengalami banyak penyiksaan akibat dari pelayanan mereka memberitakan injil. Demikian juga kita, di akhir jaman ini, sekalipun ada banyak kesusahan, kita harus bedoa meminta keberanian dari Tuhan untuk bisa terus melayani. Ini bukan nekad, tetapi keberanian dari Tuhan.
5.     Daniel 6:11, “Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.” Berdoalah, supaya kita mengalami perlindungan dari Tuhan.
Permasalahan apa yang sedang Anda alami sekarang? “Singa-singa” apa yang sedang mengancam hidup Anda? Berdoalah, seperti Daniel yang membangun hubungan intim dengan Bapa, maka Bapa akan melindungi kita, seperti Daniel, yang dilindungi Tuhan dari ancaman singa-singa kelaparan dan manusia. Orang yng membangun hidupnya dalkam doa, akan mengalami perlindungan Tuhan.
6.     Orang yang berdoa, akan mengalami keajaiban dari Tuhan. Di dalam doa, ada tanda-tanda heran dan mukjizat.
Kisah 12:5, “Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.”  GBU

DENGAN BERDOA, KITA DAPAT MENGHANCURKAN PEKERJAAN IBLIS