Entri Populer

Jumat, 30 Maret 2012

LIVE BY FAITH Bagian Satu, Iman Merupakan Dasar Dari Segala Sesuatu yang Diharapkan


LIVE BY FAITH
Bagian Satu, Iman Merupakan Dasar Dari Segala Sesuatu yang Diharapkan

“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat
– Ibrani 11:1
Tanpa iman, tiada pengharapan. Tiada pengharapan, tanpa iman.

Hidup dikendalikan oleh dua alam, yaitu alam natural dan supranatural. Keduanya berpengaruh bagi kehidupan manusia. Segala sesuatu yang sedang dan akan terjadi, merupakan transposisi (perpindahan tempat), dari alam supranatural, ke alam natural. Kita sering melihat adanya rambu-rambu lalu lintas, dengan tulisan “AWAS! SERING TERJADI KECELAKAAN!” Pertanyaannya, mengapa sering terjadi kecelakaan di tempat itu? Sesungguhnya, ada kekuatan di alam supranatural yang mengendalikan situasi itu. Akibatnya, di alam natural, sering terjadi hal-hal sesuai dengan kekuatan pengendalinya itu.
Jadi, dalam alam supranatural terdapat kekuatan yang mengendalikannya. Dalam hal ini, terdapat dua macam kekuatan, yaitu kekuatan positif yang berasal dari Tuhan dan kekuatan negatif, yang berasal dari Iblis. Oleh karena itu, tidak jarang kita melihat adanya manusia yang menggunakan kekuatan negatif dari roh jahat untuk melakukan sesautu seturut keingannya, misalnya dalam hal perjodohan, pertandingan olah raga, pekerjaan, jabatan kepemerintahan, dll. Semuanya itu hanya untuk kepentingannya semata, tanpa memperdulikan orang lain.
Segala hal yang kita peroleh, pasti ada harga yang harus kita bayar, baik itu positif atau negatif. Demikian juga jika seseorang menggunakan kekuatan supranatural negatif dari si jahat dan memperoleh apa yang diinginkannnya, pasti ada harga yang mahal, yang harus dibayarnya. Biasanya ini disebut tumbal. Tumbal itu bisa berupa dari sesaji, sampai nyawa yang menjadi taruhannya. Seorang sahabat bersaksi bahwa dia pernah menggunakan kekuatan supranatural negatif dari si jahat. Akibatnya, dia harus bayar harga yang teramat mahal, yaitu kematian anaknya sebagai tumbal bagi si jahat. Apa artinya harta kekayaan, dibandingkan dengan kehilangan seorang anak? Bahkan keluarganya tidak mendapat ketenangan, karena selalu terjadi hal-hal yang janggal dalam kehidupannya.
Sebenarnya sudah banyak orang tahu akan hal ini, tetapi anehnya, masih saja ada orang yang mau menggunakan kekuatan supranatual yang negtif. Seperti halnya rokok. Para ilmuwan menemukan bahwa dalam sebatang rokok, terkandung banyak zat yang berbahaya dan sangat merugikan kesehatan. Dan peringatan itu, ditulis dalam setiap bungkus rokok. Tetapi nyatanya, masih saja ada orang yang tetap menikmati rokok. Mengapa? Karena ada kekuatan supranatural negatif yang mengontrol seseorang sehingga terikat dengan hal-hal seperti rokok, dll. Tanpa disadari, hidupnya  telah diserongkan, menuju kebinasaan.
Alkitab berkata, “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” – Yohanes 10:10. Rencana muslihat Iblis adalah secara perlahan-lahan, menyeret manusia yang telah diikatnya, mambunuh jiwanya, dan membawanya dalam kebinasaan.
Oleh sebab itu, dibutuhkan iman! Iman sangat penting bagi anak-anak Kerajaan., untuk berjalan dalam Roh dan mewujudkan segala hal yang tidak nyata, menjadi kenyataan. Untuk itulah, Tuhan merancang pengharapan bagi manusia, supaya manusia dapat berharap Dengan iman, pengharapan itu dapat diwujudkan. Alkitab berkata dalam Yeremia 29:11, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.“
Abraham memiliki pengharapan yang besar akan memiliki keturunan sebagai ahli warisnya. Tuhan telah merancangkan hidup Abraham dengan pengharapan bahwa ia akan menjadi bapak bagi banyak bangsa. Atas dasar firman itulah, Abraham menaruh pengharapannya, sebagaimana tertulis dalam Kejadian 5:5-6 (mohon direnungkan). Ketika Abraham percaya bahwa ada rancangan Tuhan yang khusus baginya, ia pun tetap berharap sekalipun tidak memiliki dasar. Bagi manusia, hal ini sulit dipahami, tetapi bagi Allah, tidak ada yang mustahil.
Ketika Abraham percaya dan terus berharap, maka kepercayaannya diperhitungkan Tuhan sebagai kebenaran. Diperlukan waktu yang relatif lama sampai kepercayaan Abraham, diperhitungkan sebagai kebenaran (kurang lebih sepuluh tahun). Selama masa itu, braham tetap berharap, sekalipun belum ada tanda apapun. Kepercayaannya tidak menjadi lemah, tetapi justrus semakin diperkuat dengan janji-janji Tuhan. Ketika berusia seratus tahun, Tuhan berfirman akan keturunan Abraham, dan hasilnya, Sara melahirkan seorang putra baginya (renungkan Kejadian 21:5). Ketika Abraham menerima firman inilah, timbul imannya.
Suatu penantian akan pengharapan, bergantung pada seberapa keyakinan kita akan janji Tuhan. Banyak orang yang berharap, namun karena berjalannya waktu, akhirnya menyerah. Tidaklah demikian bagi mereka yang telah memiliki kepastian akan janji Tuhan. Sekalipun keadaan alamiah tidak menunjang, tetapi keberadaan hatinya tetap melekat pada janji Tuhan, sebagaimana Abraham, seperti ditulis dalam Roma 4:20-21.
Ketika firman Tuhan datang kepada Abraham dan Sara, terjadilah transformasi dalam hidup mereka. Artnya ada terjadi perubahan secara genetika dalam kehidupan mereka. Bisa dibayangkan, bagaimana seorang raja terhormat seperti Abimelekh, bisa tertarik dengan Sara, yang ketika itu sudah nenek-nenek berusia sembilan puluh tahun? Atau Sara yang sudah tua dan mati haid, masih birahi kepada suaminya dan bahkan melahirkan anak, dalam usia sembilan puluh tahun? Jadi, bukan hanya iman mereka saja yang bertumbuh, tetapi juga secara fisik dan mental, Abraham dan Sarah mengalami pemulihan yang luar biasa. Fakta sejarah tak terbantahkan, bahwa dalam usia sembilan puluh tahun, Sara memiliki daya tarik melebihi seorang gadis muda, dan bisa melahirkan, serta Abraham, dalam usia seratus tahun, masih gagah. Sekarang pun mukjizat seperti ini masih terjadi. Seorang bapak separuh baya yang sakit jantung. Setelah dilayani, para dokter menemukan, bukan hanya kesembuhan yang terjadi, tetapi jantung bapak ini juga telah diganti dengan jantung yang baru. Tidak ada yang mustahil bagi orang yang hidup dalam iman.
Iman adalah dasar dari segala sesuatu. Jika kita memiliki impian, percayalah bahwa impian ini adalah rancangan Tuhan. Karena itu, tetaplah berharap untuk mendapatkan firman Tuhan yang menumbuhkan iman kita, supaya dapat mewujudkan setiap impian itu. Oleh karena itu, kita harus bertindak berdasarkan firman Tuhan yang kita dapatkan. Elia bisa menurunkan hujan karena firman (Yakobus 5:17-18; 1 Raja 18:41-45) dan Petrus bisa berjhalan di atas air juga karena firman. Ada banyak orang yang bertindak tanpa dasar firman Tuhan, tetapi suaranya sendiri. Itu bukanlah tindakan iman, tetapi nekat. Janganlah kta terjebak akan hal ini. Alkitab berkata bahwa segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa (Roma 14:3).
Sahabat, ketika firman Tuhan terpelihara dalam sikap dan perilaku kita, maka ini akan memancarkan kemuliaan Kristus. Orang akan menyatakan bahwa kita adalah orang Kristen, bukan berdasarkan perkataan, tetapi karena nilai yang mereka lihat. Peliharalah firman Tuhan, nampakanlah Tuhan dalam pusat kehidupan kita, maka firman Tuhan yang adalah kekuatan Allan itu akan melakukan aktifitasnya sesuai kandungan harapan kita. Jangan mau digeser oleh keadaan. Tetap setia kepada firman-Nya, sekalipun kelihatannya tidak mungkin. Janganlah bimbang terhadap firman-Nya. Sebab, ketika kita bimbang, tidak ada ketenangan. Namun ketika kita percaya, kita akan penuh dengan sukacita, iman yang bertumbuh dan segala perkara positif, pasti terjadi. (YES)

Jumat, 23 Maret 2012

LIVE BY FAITH (Hidup oleh Iman)


LIVE BY FAITH
PENDAHULUAN

“Karena iman kita mengerti bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.” – Ibrani 11:3
                                                                                                                                                      
Dunia nyata menggunakan alat tukar yang disebut uang. Walaupun uang bukan segalanya, namun untuk membeli segala sesuatu diperlukan uang. Itulah sebabnya, banyak orang bekerja keras banting tulang hanya untuk mendapat uang. Ini tidak salah, asalkan kangan menjadikan uang sebagai tuan kehidupan,melainkan hanya sekedar alat tukar saja.
Memang kita harus bekerja untuk mendapatkan uang. Belum pernah terjadi di dunia ini, bahwa uang datang sendiri menghampiri kita, tanpa adanya usaha. Pengemis pun mendapatkan uang dengan cara mengemis (pekerjaannya mengemis). Penjahat, perampok, preman memperoleh uang dari hasil kejahatannya. Kelihatanya mereka mendapat uang dengan mudah. Tetapi sebenarnya mereka juga bekerja dan berusaha, yaitu kejahatan mereka, walaupun ini tidak dapat dibenarkan. Di sini, saya memberikan sebuah gambaran, bahwa dalam hidup ini, tidak ada yang kebetulan, melankan hasil dari sebuah tindakan. Disadari atau tidak, negatif atau positif, semuanya bias menghaslakn sesuatu, termasuk uang.
Sahabat, hidup kita ini dikendalikan oleh dua kekuatan yang saling berkaitan, yaitu alam nyata (natural) dan alam tidak nyata (supranatural). Ketika keduanya tidak bekerja dengan seimbang, maka kehidupan manusia tidak maksimal. Kita renungkan kembali tntang hal uang di atas. Jika uang sangat penting di alam natural, hal apa yang sangat penting dalam alam supranatural?
Perlu kita ketahui bahwa alam naural, ditopang oleh alam supranatural. Sebelum segala sesuatu terjadi di alam nyata, sesungguhnya hal itu sudah tersedia di ala’m supranatural. Untuk mewujudkan segala sesuatu, yang sudah tersedia dalam alam supranatural ke alam natural, juga diperlukan alat tukar. Alat tukarnya adalah IMAN (Renungkanlah Ibrani11:3 di atas).
Suatu hari, dalam perjalanan ke China, Gembala dan keluarga mengalami sedikit masalah. Pengelaman Gembala ini, dapat menjelaskan kepada kita perihal iman, seperti pengeretian di atas. Dalam perjalanan itu, mereka menggunakan kereta elektrik sebagai transportasi dari China ke Hong Kong. Salah seorang anak dari gembala kita ini, membeli tiket di loket tiket elektrik.
Saat kereta mendekati stasiun tujuan, kami pun langsung bersiap-siap menuju ke pintu kereta. Untuk membuka pintu kereta tersebut, harus menggunakan tiket ang telah dibeli sebelumnya. Namun ketika tiket dimaukkan ke sebuah alat sensor, tidak ada respon apaun dan pintu tidak terbuka. Kami pun bingaung dan akhirnya kami minta tolong kepada seorang petugas kereta. Setelah tiket kami diperiksa, ternyata tiket kami belum terisi voucher yang cukup, sesuai dengan jumlah uang untuk turun di stasiun Hong Kong. Kami pun membeli lagi voucher tambahan di loket yang terdapat dalam kereta itu. Dengan tiket yang berisi voucher yang cukup, akhirnya pintu kereta dapat dibuka, dan kami pun turun di stasiun Hong Kong.
Sahabat, untuk dapat membuka pintu kereta elektrik, diperlukan tiket dengan voucher berisi uang yang cukup, demikian juga dalam perjalanan kehidpan ini. Ada banyak “pintu” yang harus kita buka, sebagai bagian dari tujuan hidup kita. Untuk dapat membuka semua “pintu tujuan” itu, diperlukan tiket dengan voucher yang cukup, sebagai alat tukarnya. Tiket itu adalah IMAN! Oleh sebab itulah, gembala telah menerima pewahyuan dari Tuhan, bahwa tahun 2012, adalah tahun LIVE BY FAITH (HIDUP OLEH IMAN). Semua pewahyuan dari Tuhan, telah dituangkan Pdt. Markus Tonny Hidqayat, dalam bentuk tuiisan, yang disampaikannya dalam buku terbaru beliau, dengan judul yang sama.
Buku “LIVE BY FAITH”, ditulis untuk menolong kita memahami tentang iman. Gembala berdoa, ketika buku ini ada di tangan kita, kuasa-Nya yang telah membuka pikiran gembala, juga akan membuka pikiran kita, supaya kita dapat mengerti bagaimana penerapan iman dalam kehidupan kita, untuk membuka semua “pintu tujuan” hidup kita. Akihirnya lagu ujian berjudul “Pintu-Pintu Telah Terbuka”, bukan hanya sekedar sebuah lagu pujian saja, tetapi menjadi kenyataan di dalam kehidupan kita. Bagi yang belim memiliki buku “LIVE BY FAITH”, disarankan untuk segera membelinya di Book Store. Mulai dari edisi hari ini, sampai beberapa minggu ke depan, Blog Sahabat Kerajaan, akan menyajikan artikel intisari dari buku “LIVE BY FAITH”. (YES)

Jumat, 16 Maret 2012

PERSEKUTUAN KEKELUARGAAN


Persekutuan Kekeluargaan

Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi:semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun”. – 1 Korintus 14:26

Bacaan:
1 Korintus 14:26

Pengajaran:
Menurut Anda, apa yang dimaksud dengan “ibadah yang sejati”?

Sahabat, saya bersyukur karena Tuhan megaruniakan keluarga yang luar biasa. Sekalipun apa yang dilakukan istri dan anak-anak saya, hanyalah hal yang biasa saja, namun bagi saya sangat berarti. Setiap sore, ketika pulang dari kantor, saya langsung disambut dengan celotehan khas sapaan anak bungsu saya yang baru berusia 2,5 tahun. Saya langsung menggendongnya, diikuti dengan sapaan kakaknya. Ketika duduk, segelas teh ginseng hangat, dari istri, segera menyambut, untuk segera dinikmati.
Sebenarnya, apa yang mereka lakukan adalah hal biasa, yang mungkin juga dilakukan keluarga-keluarga lainnya.Tetapi hal yang sederhana ini, menjadi luar biasa, ketika kita memang membutuhkannya. Rasa penat, lelah, capek karena pekerjaan, hilang seketika karena sambutan hangat mereka.
Saya berpikir, seandainya di dalam pertemuan kita dengan Tuhan, melalui persekutuan komunitas sel, atau ibadah raya, bisa terjadi hal seperti ini, betapa menyenangkannya. Inilah ganbaran persekutuan kekeluargaan. Setiap orang, datang dengan membawa sesuatu untuk menyambut kehadiran Tuhan. Ada yang bermazmur, ada yang berdoa, ada yang berbahasa roh, ada yang menafsirkannya,ada yang bernubuat, ada yang bersaksi, ada yang sharing firman, dll. Jadi setiap orang membawa sesuatu sesuai keberadaannya. Betapa indahnya.
Sesungguhnya, persekutuan seperti inilah, yang dikehendaki Tuhan, sebuah persekutuan kekeluargaan. Saya percaya, jika ini yang terjadi dalam persekutuan kita, maka tidak ada lagi mereka yang pulang dengan masih membawa beban kehidupan. Semua beban akan dilepaskan. Haleluyah!

Renungan:
Bayangkan hal seperti ini, terjadi dalam keluarga, komunitas, persekutuan, gereja kita, sungguh luar biasa.

Tindakkan:
Melalui renungan ini, mari kita bertobat kembali dan berkomitmen untuk menyiapkan diri mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan, di dalam persekutuan kita. Itu bisa berupa pujian penyembahan yang antusias, penyataan Tuhan, nubuatan, dll. Tujuannya untuk saling membangun.

Persekutuan kekeluargaan, akan melepaskan beban kehidupan dan mengenakan beban pelayanan

Senin, 12 Maret 2012

PEMBAWA DAMAI

Pembawa Damai    

“Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik” – Yakobus 3:17

Bacaan:                          
Yohanes 4:9-18, Yakobus 3:17

Pengajaran:
Apakah kita sudah menjadi pembawa damai?
Sahabat, bagi dunia, kehidupan sebagai orang Kristen, identik dengan kasih dan damai. Pendapat ini bisa dibenarkan. Memang seharusnya demikianlah kehidupan kita. Hal ini, sudah diperlihatkan Yesus, dalam kisah pertemuannya dengan seorang wanita samaria, di sumur Yakub. Jika kita merenungkan kisah itu di dalam Yohanes 4:9-18, maka kita menemukan bagaimana Yesus, sebagai orang Yahudi, sedang menjadi “jembatan” pendamai dengan orang Samaria, di mana sebelumnya kedua bangsa ini, bermusuhan dan tidak berkomunikasi.
Sebenarnya, apa yang diperlihatkan Yesus dalam kisah di atas, merupakan sebuah teladan yang harus dilakukan dalam kehidupan orang Kristen. Melalui teladan Yesus ini, mari kita introspeksi diri. Sudahkah kehidupan kita menjadi pendamai bagi dunia, ataukah sebaliknya?
Salah satu hal yang bisa kita perhatikan adalah, ketika kita hadir di suau tempat. Pada saat kita hadir, apakah kehadiran kita disukai oleh orang-orang disekitarnya? Ataukah kehadiran kita sudah ditunggu-tungguh dan sangat diharapkan? Jika kehadiran kita dterima atau ditunggu-tunggu, mungkin kita sudah membawa dampak yang positif  bagi lingkungan itu, atau setidaknya membawa damai.
Tahukah Saudara, bahwa lingkungan kita membutuhkan damai? Sudahkah kita menjadi pembawa damai bagi lingkungan kita? Hal ini pernah dibuktikan oleh para peneliti. Suatu ketika, ada dua kelompok ayam betina. Kelompok pertama selalu diperdengarkan musik rohani setiap hari. Kelompok kedua, selalu diperdengarkan musik rock yang keras. Satu bulan kemudian, ketika tiba masa bertelur, ditemukan bahwa kelompok ayam pertama bertelur jauh lebih banyak dari kelompok kedua. Hal ini membuktikan bahwa ayam saja, membutuhkan kedamaian, apalagi manusia. 

Renungan:
Baca dan renungkan Yakobus 3:17, ciri-ciri pendamai adalah peramah, penurut, penuh belas kasihan tidak munafik dan tidak memihak. Bayangkanlah bahwa kita adalah orang-orang yang seperti ini.

Tindakkan:
 Marilah kita  belajar untuk menjadi pembawa damai bagi keluarga dan lingkungan kita. Bagikanlah berkat 3T hari ini kepada mereka yang membutuhkan kebenaran firman Tuhan ini.

Pendamai dicari orang, pendusta dicaci orang

Jumat, 09 Maret 2012

JANGAN ADA DUSTA!

Jangan Ada Dusta!
“Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya.”- Kolose 3:9-10

Bacaan:
Kolose 3:9-10, Yohanes 8:44; 1 Samuel 2:12-17; 34

Pengajaran:
Bagaimana kita bisa berfokus kepada Tuhan?
Sahabat,kita tahu bahwa dusta, bohong, tipu, sangkal, berasal dari sumber yang sama, yaitu Iblis. Yohanes berkata di kitabnya, dalam 8:44, bahwa Iblis-lah bapa pendusta! Dialah sumber dari segala dusta. Itulah sebabnya, aksi dusta-nya yang pertama di dunia ialah ketika menipu Hawa untuk makan buah pengetahuan yang baik dan jahat.
Tanpa kita sadari, siasat Iblis ini telah merasuk ke dalam diri manusia, seakan-akan telah mendarah daging. Seringkali kita terpaksa berdusta karena keadaan.Seringkali Iblis menjebak kita dalam situasi seperti ini. Ada istilah “dusta untuk kebaikkan”. Apapun alasannya, sekalipun untuk kebaikkan, dusta tetap dusta dan itu adalah dosa, yang bisa mendatangkan maut!
Dusta yang sering kali dilakukan oleh orang-orang percaya, misalnya seperti tidak menepati janji, apa yang diucapkan tidak sesuai dengan hati (misalnya kita berkata “sudah mengampuni”, tetapi sebenarnya dalam hati masih benci), atau mendustai diri sendiri (bukan menyangkal diri), seperti nyontek ketika ulangan (bagi yang masih sekolah). Mungkin yang paling sering kita dustai adalah Tuhan? Kita menyanyikan lagu pujian, “Kurenungkan firman-Mu, siang dan malam...”, tetapi kenyataannya?Sungguh ironis bukan?
Seharusnya, TIDAK BOLEH ADA DUSTA  dalam kehidupan anak Kerajaan! Ini juga merupakan salah satu syarat untuk bisa hidup dan tinggal dalam Kerajaan-Nya yang tidak tergoncangkan. Mereka yang tidak berada dalam proses kembali kepada gambar khalik-Nya, cenderung hidup dalam dusta. 

Renungan:
Baca dan renungkan 1 Samuel 2:12-17; 34. Hofni dan Pinehas adalah gambaran manusia yang mendustai Tuhan. Mereka bepikir, “Ah, Tuhan tidak tahu, buktinya kita masih bisa melayani.” Tetapi akhirnya mereka binasa karean dusta terhadap Tuhan.

Tindakan:
Marilah kita  belajar dan bertobat untuk tidak lagi hidup dalam dusta. Akui semua dihadapan Tuhan dan ijinkan Roh Kudus memulihkan kita. Bagikanlah berkat renungan hari ini kepada mereka yang membutuhkan kebenaran firman Tuhan ini.

ANAK-ANAK DUNIA ADALAH PENDUSTA, TETAPI  ANAK-ANAK TUHAN ADALAH PENDAMAI

Minggu, 04 Maret 2012

TENTANG PAPA

Tentang Papa

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaan Anda setiap hari,
tapi tahukah Anda, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelpon?
Mungkin dulu sewaktu masih kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajak bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah Anda, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabar Anda dan apa yang dilakukan seharian?

Pada saat diri Anda masih seorang anak perempuan kecil……Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggap Anda bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepeda Anda…Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya", Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah Anda? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkan, menatap, dan menjaga  Anda mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat Anda menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang". Tahukah Anda, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin Anda menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat Anda sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!". Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihati dengan lembut.Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaan Anda.

Ketika Anda sudah beranjak remaja….Anda mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!". Tahukah Anda, bahwa Papa melakukan itu untuk menjaga Anda? Karena bagi Papa, Anda adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..

Setelah itu Anda marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…Dan yang datang mengetok pintu dan membujuk agar tidak marah adalah Mama….Tahukah Anda, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginan Anda, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjaga Anda?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelpon Anda, atau bahkan datang ke rumah untuk menemui. Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :') Papa sesekali menguping atau mengintip saat Anda sedang ngobrol berdua di ruang tamu..Sadarkah Anda, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat Anda mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan keluar rumah untuk, Anda akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggu Anda pulang dengan hati yang sangat khawatir…Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahi Anda.. Sadarkah Anda, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksa Anda untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depan Anda nanti…Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukung saat pilihan Anda tidak sesuai dengan keinginan Papa. Ketika Anda menjadi gadis dewasa….Dan Anda harus pergi kuliah dikota lain…
Papa harus melepas Anda di bandara. Tahukah Anda bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruh untuk berhati-hati. Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memeluk Anda erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundak Anda berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang". Papa melakukan itu semua agar Anda KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Di saat Anda butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupan, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak…. Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah Anda bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya Anda diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untuk Anda.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Papa tahu…..

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….Saat Papa melihat Anda duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….


Apakah Anda mengetahui, di hari yang bahagia itu, Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….

Bahagiakanlah ia bersama suaminya…"

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatangan Anda bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjaga Anda dari bahaya….Papa telah menyelesaikan tugasnya….
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakan Anda. Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal.
Inilah gambaran kasih seorang Papa, yang sebenarnya mewakili Kasih Bapa Surgawi pada kita…

Jumat, 02 Maret 2012

KESAKSIAN Bp. SUMADI (PENGUSAHA SUKSES) : SEMUA ORANG BISA SUKSES!

Exclusive Interview with SUMADI

SEMUA ORANG BISA SUKSES!
Dengan tampilan seperti anak muda yang stylelish, saya berkesempatan berjumpa dan berbincang-bincang dengan seorang pengusaha muda di showroom mobil-nya, yang sekaligus juga tempat tinggal beliau. Sumadi(35), demikian biasa  kami menyapanya, adalah gambaran dari seorang pengusaha muda yang sukses karena pertolongan Tuhan. Dalam usianya yang masih tergolong muda, suami dari seorang istri bernama Santi(30), sudah berhasil memimpin sebuah showroom jual-beli mobil, yang cukup baik di Pontianak.
“Semuanya hanya karena Tuhan”,demikian perkataannya dalam pertemuan kami yang hangati sore itu, pengusaha kelahiran Pontianak ini menturkan kisah kesaksiannya, yang menjelaskan bahwa semua orang bisa sukses (sama seperti judul salah satu buku tulisan Bpk. Markus Tonny hidayat), bagaimana dia berangkat dari keluarga yang tidak mampu secara finansial, bahkan pernah berjualan es, sampai akhirnya mencapai kesuksesan dalam usaha dan pelayanannya.Di akhir perbincangan, ayah dari Rich Stephen (8), Rich Stepfanny(5) dan Rich Stella Vannesia(4), juga menuturkan kiat-kiat sukses yang dilakukan dan dialaminya. Mari kita simak..... .
Yakobus Edy Susanto (YES) :Ceritakan latar belakang bapak, sebelum mengalami sukses seperti ini, pak.
Sumadi(SMD):
Saya lahir di Pontianak,  35 tahun yang lalu, tepatnya Maret 1976. Ketika itu saya tinggal di gg. Damai sampai berumur sekitar 5 tahun. Kemudian kami pindah ke jl. AR. Hakim dalam. Keadaan kami masih sangat memprihatinkan. Rumah masih dinding kayu dan ber-atap daun. Saya dibesarkan dalam keadaan seperti ini.
Sejak menduduki bangku sekolah dasar, saya sudah ikut papa jualan es di pelampung (tempat penyeberangan kapal ferry). Ketika itu, penyeberangan dengan kapal ferry, lebih ramai dari sekarang, karena jembatan Tol yang menghubungkan kota dengan Siantan, belum dibangun. Jadi semua kendaraan dan orang, jika mau menyeberang ke daerah siantan, pasti menggunakan jasa kapal ferry.  Tetapi setelah jembatan Tol dibangun, mulai terasa sepi, karana banyak kendaraan yang memilih menggunakan jembatan dari pada kapal ferry, terutama mereka yang mau ke arah Tanjung Raya, Tanjung Hulu dan Ambawang.
YES : Apakah hal ini sempat membuat perkonomian keluarga semakin sulit?
SMD:
Jelas pak. Hal ini membuat pergumulan ekonomi keluarga, semakiin terasa. Ketika memasuki usia SMP (sekitar 13 atau 14 tahun). Papa dan saya tidak lagi jualan es lagi. Saya bersyukur untuk papa saya, sekalipun keadaan kami sangat sederhana, tetapi dia berkorban luar biasa dan terus berusaha supaya kami bisa tetap mengenyam pendidikan di sekolah yang bagus. Kami ada empat bersaudara dan semuanya lulus di sekolah favorit di Pontianak.
 YES : Apakah setlah itu, masih jualan es lagi?
SMD:
Setelah, tidak lagi berjualan di pelampung, saya membantu papa berjualan es cincau. Seporsi es cincau, kami mendapat keuntungan hanya sekitar Rp. 50 saja. Memasuki bulan puasa, kami berjualan dengan menggunakan gerobak, dan mangkal di tepi jalan.
Memasuki usia pemuda dan bersekolah SMA, saya membantu papa berjualan buah di kaki lima pasar Mawar, Pontianak. Yang menyedihkan, karena kami berjualan di dekat.tempat pembuangan sampah Pasar Mawar, tentunya bisa dibayangkan bagaimana keadaannya, sangat tidak hiegenis. Apalagi jika sudah musim buah durian, sang berbau. Karena saking banyaknya sampah durian yang menumpuk sehingga kami terpaksa berjualan di atas timbunan sampah. Hal ini berjalan cukup lama, beberapa tahun, sampai akhirnya TPS itu dipindahkan dan pasar Mawar dibangun kembali, seperi keadaan sekarang ini.
Ketika hampir tamat SMA, saya memiliki kerinduan supaya orang tua saya, tidak lagi perlu bekerja.  Karena saya kasihan dengan mereka. Jika dilihat dari wajah mereka, justru di masa tuanya sekarang, bisa nampak lebih muda daripada dulu, ketika masa muda, karena ketika masih muda, orang tua saya bekerja sangat keras untuk menghidupi keluarga.  Tapi puji Tuhan, kerja keras mereka ada hasilnya juga.  Dari hasil jual buah, saya bisa kuliah dan orang tua saya bisa pensiun, menikmati masa tuanya. 
YES : Bagaimana kehidupan Anda pada waktu kuliah dan setelah selesai kuliah, pak?
SMD:
Setelah selesai kuliah, saya masih belum bertobat dan mengenal Tuhan.  Sekalipun saya bersekolah di sekolah Katolik dari sejak TK, namun saya masih belum mengenal Kristus. Saya memang siring mengikuti kebaktian di gereja dan sekolah minggu, tapi itu dilakukan dengan motivasi yang kurang benar, seperti hanya untuk memenuhi kewajiban dari sekolah, cari teman, dll. Bahkan ketika saya kuliah, itu lebih parah lagi. Saya sama sekali tidak lagi pergi ke gereja dan lebih mengikuti kepercayaan tradisi kebudayaan. Seiring dengan proses yang saya alami, karena bekerja keras, perokonomian pun semakin membaik. Bukankah Tuhan juga berkata bahwa orang yang bekerja, layak mendapat upahnya, sekalipun orang itu belum mengenal-Nya?
Setelah selesai kuliah, pada tahun 2002, saya menikah dengan seorang gadis, yang sampai saat ini menjadi istri saya tercinta. Saya menikah dalam keadaan belum bertobat. Karena kekurangan dana untuk menikah, saya ikut arisan Tiong Hoa.  Dari arisan itu saya memperoleh uang Rp. 45 juta. Tapi saya menggunakan uang itu untuk membangun rumah saya yang masih kumuh saat itu. Dengan perhitungan seorang tukang bangunan, uang itu cukup untuk merenovasi rumah saya. Diperlukan waktu satu bulan dalam proses renovasinya. Tetapi akhirnya biaya renovasinya “membengkak”, sampai kisaran Rp.  90-an juta. Diperparah lagi dengan biaya untuk menikah.
Kami mengadakan repsepsi pernikahan di sebuah hotel ternama di Pontianak, maka biaya yang saya butuhkan semakin membengkak. Akhirnya pendapatan dari hasil jualan buah, saya gunakan untuk membayar semua biaya itu. Tetapi itu masih belum cukup. Saya berhutang kepada orang sampai mencapai ratusan juta rupiah.
Tetapi karena masih ada jualan buah, akhirnya kami cicil semua hutang itu. Sampai ketika kami mempunyai anak pertama, masalah lain, yang tak kalah sulitnya, mulai timbul. Kami menikah dalam keadaan belum siap secara mental, maka sering mengalami cek cok suami-istri, terutama karena masalah anak. Diperparah lagi dengan rewelnya anak kami.
Rewelnya anak kami, istilah orang Khek disebut “ma’ to”.  Jadi jika ada orang yang meninggal, kita lewat di depan tempat persemayamannya, atau melayat ke tempat orang meninggal, pasti anak ini akan rewel, menangis, sampai tidak bisa tidur, baik anak itu, juga kami. Sedangkan kami setiap jam empat subuh sudah harus ke Pasar, mengurus jualan buah kami. Kami sangat stress dan jengkel  dengan keadaan anak ini. Satu-satunya cara untuk menenangkannya, jika sudah mulai rewel, kami harus mengajak anak ini keliling dengan motor, tidak boleh ada di rumah.
Kami berusaha menyembuhkan anak ini dengan memanggil “orang pintar” (dukun). Orang pintar ini memberikan mantra. Dengan mantra dan memandikannya,, anak ini bisa tenang, tapi hanya bertahan sekitar satu sampai dua minggu. Setelah itu, datang lagi “penyakitnya” ini. Ini terjadi berulang-ulang terus meneruss. Kami sangat stress mengahdapi situasi ini, sampai kami berlangganan dengan “orang pintar” itu. Setiap kali mulai ada gejala seperti itu, saya langsung menghubungi “orang pintar” itu.
YES : Selain pernah menggunakan jasa “orang pintar”, apakah Anda pernah terlibat dosa-dosa lainnya?
Sumadi(SMD):
Ada. Saya juga memiliki emosi yang tidak baik, cepat marah. Kesukaan saya adalah dugem (dunia gemerlap). Saya suka ke diskotik, karaoke, judi, nonton film porno, perzinahan, onani dan terikat narkoba. Sejak kuliah saya sudah terikat narkoba, sekitar tahun 2000. Bahkan setelah menikah, saya masih menggunakan narkoba secara “curi-curi”.
YES : Masih ada kelanjjutan proses lainnya?
SMD:
Setelah saya mengalami proses seperti itu, timbul lagi masalah lainnya, yaitu sakitnya mama saya dan harus diopname di rumah sakit. Ini sekitar tahun 2004. Penyakit yang didiagnosa dokter adalah ada penyempitan pergeseran tulang belakang. Penyakit ini menyebabkan mama susah untuk berjalan (lumpuh) dan menangis terus di pembaringannya. Setelah keluar dari rumah sakit, mama bilang bahwa dia tidak mau hidup lagi.  
YES : Bagaimana ceritanya sampai Anda bisa mengenal Yesus?
SMD:
Awal proses yang membawa saya mulai mengenal Yesus dimulai dari ketika saya sempat mengembangkan usaha dengan membuka sebuah toko ATK di Pasar Melati, Parit Baru. Usaha ATK itu berjalan sekitar empat tahun (th 2000-th 2004). Ketika itu, saya sering diinjili hamba-hamba Tuhan. Mereka sering membeli ATK di toko, sambil menceritakan tentang Yesus.
Awalnya saya hanya diam saja, kurang meresponi. Tetapi ternyata seorang karyawan saya, mulai percaya dan ikut ke gereja. Akihrnya dia masuk Kristen. Mula-mula, karyawan saya itu menuliskan firman Tuhan di kertas dan sengaja ditaruh di meja saya. Saya membacanya, tetapi tidak memberikan respon apapun. Kejadian ini terus berlangsung sampai ketika saya menutup toko itu, di tahun 2004, karena sakitnya mama.
Sampai suatu ketika, beberapa tahun kemudian, secara tidak sengaja, saya berjumpa kembali dengan seorang gadis hamba Tuhan, yang sering memberitakan injil di toko itu. Ketika itu, gadis ini, dengan berjalan kaki, sedang melintasi depan rumah saya, bertemu dan dipanggil oleh papa. Padahal  gadis itu tidak tahu dimana rumah saya. Saya percaya, ini pasti rencana Tuhan.
Secara luar biasa, papa bisa meminta gadis itu untuk mendoakan istrinya (mama) yang sedang sakit. Padahal sebenarnya papa tidak suka dengan gadis ini, karena sering memberitakan injil di toko. Akhirnya mama didoakan dan dihibur oleh gadis itu. Dia berkata bahwa di dalam Yesus, ada pengharapan. Awalnya hamba Tuhan ini hanya datang sendiri, tetapi ketika mengunjungi kami kembali, dia mulai membawa teman-temannya. Semain sering dia datang dan semakin banyak teman yang dia bawa.
Suatu ketika, gadis hamba Tuhan ini, minta kami untuk mulai wa mama ke gereja. Kami mulai membawa mama ke gereja. Saat itu, saya sudah mulai terjun ke bisnis jual-beli mobil, tetapi masih dalam skala kecil, maklum, baru mulai. Ketika mengantar mama beribadah, saya tidak mau masuk. Sampai suatu saat, secara ajaib mama mulai pulih kesehatannya. Mama terus didoakan, sambil terus menjalankan terapi. Puji Tuhan, akhirnya mama sembuh total.
YES :  Apakah Anda langsung percaya Yesus, setelah melihat kesembuhan mama?
SMD:
Belum. Saya masih bandel dan belum mau bertobat serta percaya kepada Tuhan Yesus. Jika sudah sembuh, ya sudahlah. Kejadian dahsayt ini, “lewat” begiitu saja dalam hidup saya. Temperamen saya juga masih tidak baik, pemarah. Saya berpikir, kalau bekerja seperti ini terus, mau sampai kapan baru bisa sukses. Harta saya miliki, tetapi saya tidak memiliki kedamaian dan ketentraman hidup. Emosi yang juga semakin tidak terkendali. Keadaan keluarga juga hanya “begini-begini” saja, anak sering sakit dan uang banyak habis untuk berobat saja.
YES : Jika demikian, kapan saat Anda mulai mengalami proses kelanjutan untuk mengenal Yesus?
SMD:
Sampai suatu saat, Tuhan mulai melakukan rencana-Nya untuk memulihkan kami sekeluarga. Saat itu, papa pergi ke luar negeri. Pulangnya, papa singgah di Jakarta. Adik saya menghubungi seorang hamba Tuhan dari sebuah gereja besar di Jakarta, dan hamba Tuhan ini ikut papa pulang ke Pontianak. Hamba Tuhan ini bermalam di rumah kami, walaupun pada saat itu, rumah kami bukanlah rumah yang bagus. Tiga hari dua malam, hamba Tuhan itu bermalam.
Selama bermalam, beliau teruws menceritakan tentang kebaikkan Tuhan Yesus. Hingga hari terakhir, sorenya hamba Tuhan ini akan kembali ke Jakarta, tetapi siangnya, mama yang sudah mulai percaya, dan adik saya, mengambil keputusan untuk dibaptis. Sedangkan saya masih bingung. Saya menelepon istri saya, untuk menanyakan pendapatnya tentang hal ini. Istri nampaknya kurang setuju. Dia menganjurkan supaya saya memikirkannya kembali. Saya berkata, jika ada orang yang mengajak saya melakukan hal-hal yang tidak baik, seperti  judi, diskotik, karaoke, narkoba, saya tidak pernah menolaknya, masakan ada orang yang mengajak untuk hal-hal yang baik, harus saya tolak? “Lalu kenapa saya tidak coba untuk ikut Yesus”, pikirku.
Saat itu, tidak ada lagi yang bisa merubah hidup, sikap dan temperamen saya yang keras. Tapi mungkin Yesus bisa. Akihirnya saya, berkomitmen untuk mengikuti Yesus. Saya mengetuk kamar hamba Tuhan itu, dan menyatakan mau menerima Yesus dan dibaptis. Hamba Tuhan itu, langsung berdiri, mengangkat tangannya dan mengucap syukur kepada Tuhan. Dia langsung bernubuat untuk saya. Dia berkata bahwa Tuhan akan memakai saya secara luar biasa.
Lalu kami dibaptis pada tahun 2006. Baptisan itu berlangsung luar biasa pula. Kami sekeluarga dibaptis di dalam kamar mandi (WC). Satu per satu kami “dicelupkan” dalam bak mandi berukuran 1m x 50 cm. Bagi saya, ini merupakan pengalaman baptisan yang luar biasa.
YES : Puji Tuhan, pengalaman yang dahsyat! Sebelumnya Anda mengatakan pernah menggunakan jasa “orang pintar”, apakah pernah terlibat okultisme, yang lebih mendalam?
SMD:
Dulu saya sering menggunakan kuasa kegelapan (okultisme). Sekalipun pada waktu itu, kami berpikir bahwa kuasa-kuasa itu, kami pergunakan untuk Tuhan, padahal bukan. Sepertinya menyembah Tuhan, padahal bukan. Ketikamengunakan kuasa-kuasa kegelapan itu, banyak pantangannya. Tidak boleh terkena sesuatu, tidak boleh dibawa ke WC, tidak boleh makan ini...itu..., dll. Saya juga mengenakan dan menggunakan jimat-jimat, seperti cincin. Tujuannya supaya saya memiliki karisma, dll. Semuanya saya gunakan. Jadi rumah saya penuh dengan jimat dan mantra. Jika jimatnya sudah tidak mempan, saya ganti lagi dengan jimat yang lain.
Tetapi ketika saya dibaptis, saya meraakan ada pembaharuan dalam hidup saya. Ternyata Yesus adalah Tuhan yang sanggup mengubahkan saya. Dia Tuhan yang Maha hadir. Bahkan di WC sekalipun, Dia ada. Dialah Tuhan yang sesungguhnya, Tuhan Maha Kuasa. Kami bergabung deengan sebuah gereja di Pontianak. Sekalipun letaknya jauh, tetapi kami tetap beribadah di gereja itu. Itulah kasih mula-mula.
Sekitar dua tahun kemudian, pertengahan tahun 2008, kami bergabung dengan Psalm 21 Successfull Community dan mengalami pemulihan yang lebih lagi. Tetapi saya masih bergumul untuk istri, karena dia belum percaya 100%, ketika itu. Puji Tuhan, suatu saat istri saya berdoa, “Yesus, jika Engkau mau isaya ikut Engkau, bukalah jalan bagiku.” Halangan terbesar adalah dari bapak mertua saya, yang melarang istri untuk bertobat. Bapak mertua adalah seorang dukun (orang pintar). Kakak-kakak ipar saya mengatakan kepada istri, “Terserah kamu lah.” Akhirnya istri mengambil keputusan menerima Yesus, dan dibaptis.
YES : Haleluyah! Bagaimana proses selanjutnya?
SMD:
Kami sudah seiman, tetapi masih ada tantangan yang kami hadapi. Sudah percaya Tuhan, tetapi kan hutang masih harus dibayar? Suatu saat saya berdoa, “Tuhan, kami adalah anak-Mu. Dan Engkau tidak pernah mempermalukan kami. Kami masih memiliki hutan sekian ratus juta, tolong kami, berilah jalan bagi kami untuk bisa melunasi hutang ini.
Setalah menyerahkan hal ini kepada Tuhan, herannya, berkat-berkat mulai mengalir. Setiap hari saya selalu menghitung pendapatan saya dan selalu disisihkan untuk membayar hutang setiap dua minggu atau satu bulan. Anehnya,setiap kali menghitung pendapatan, selalu ada uang yang lebih. Saya heran, uang yang lebih itu darimana asalnya, saya tidak tahu. Istri saya berkata, “Mungkin saya salah catat kali.” “Mungkn saja,” Jawabku. Tapi saya percaya, inilah salah satu cara Tuhan untuk membantu melunasi hutang. 
Haleluyah, dengan berjalannya waktu, akhirnya hutang itupun lunas. Satu per satu masalah mulai terselesaikan. Keluarga pun semakin harmonis. Kami mulai memiliki anak kedua dan ketiga. Mereka tidak lagi rewel, ada apa-apa tinggal kami doakan dalam nama Yesus. Disinilah kami melihat bahwa kuasa Tuhan Yesus, luar biasa. Dialah “mantra di atas mantra”, lebih dahsyat! Benturan-benturan alam keluarga pasti ada, tetapi selalu ada jalan keluar untuk menyelesaikannya. Semua masalah itu dapat diselesaikan dengan selalu memuji Tuhan, berdoa dan bersekutu bersama dalam mezbah keluarga. Setiap malam kami sekeluarga doa bersama. 
YES : Bagaimana proses bisa memiliki rumah yang megah ini, sampai bisa bisnis di mobil?
SMD:
Suatu saat, kami memiliki sebuah impian, punya rumah baru, karena rumah lama kami, yang kami huni saat itu, tidak memiliki sertifikat, karena rumah itu awalnya adalah rumah kumuh yang didirikan di atas tanah milik negara. Saya merindukan memiliki rumah yang ada bathtub. Kami terus mendoakan semua impian ini. Tetapi justru Tuhan menjawab doa kami dengan cara lain, cara yang unik.
Tahun 2009, ada sebuah developer, yang ingin membangun ruko di daerah tempat tinggal saya itu. Salah satu syarat untuk mendapatkan kucuran pinjaman dana dari bank, harus ada akses jalan yang lebar, sesuai standar yang ditetapkan bank. Akses jalan di tempat tinggal kami itu sempit, jadi harus diperlebar, menjadi minimal 5 meter.
Pada waktu itu, bisnis jual beli mobil sudah saya jalankan, tapi masih dalam skala kecil. Saya mendapatkan surat edaran dari developer tersebut, mengenai teras rumah yang harus segera dibongkar, untuk pelebaran jalan. Jadi, kami berdoa untuuk bisa mendapatkan rumah bersertifikat, yang memiliki bathtub, tapi jawaban-Nya adalah rumah tempat tinggal kami waktu itu, malah harus dibongkar terasnya. Sepertinya kontradiksi, tetapi sebenarnya tidak.
Akhirnya kami mengadakan pertemuan dengan pihak developer. Karena rumah kami tidak memiliki sertifikat, tetapi jika kemi merelakan teras rumah dibongkar untuk pelebaran jalan, maka rumah kami tidak akan dibongkar keseluruhannya. Sempat terjadi keributan,m karena kami tetap bertahan, tidak menyerahkan teras rumah untuk dibongkar. Seluruh pemilik rumah di deretan itu, menunjukk ke saya, karena rumah kami berada di deretan paling depan. Mereka berkata  bahwa jika rumah saya yang ada di deretan terdepan dibongkar terasnya, maka yang lainnya akan mengikuti. Developer menggunakan segala cara untuk mempengaruhi saya. Mereka menggunakan jasa  keplosian dan pengacara. Mereka juga tidak segan-segan menggunakan preman-preman untuk menekan saya. Jadi saya terus diintimidasi dan diancam.
Hingga suatu hari, tetangga saya menyerah dan merelakan teras rumahnya dibongkar, dengan ganti rugi yang sangat kecil, tidak sesuai. Kami sekeluarga berunding, jika kita tidak menyerahkan teras rumah dibongkar, maka rumah kita ini bisa dibongkar paksa, karena tidak bersertifikat, wah nanti susah.
Akhirnya Tuhan mempertemukan saya dengan bos pemilik developer itu. Jadi kami bersepakat, teras rumah kai boleh dibongkar dengan ganti rugi sepantasnya. Setelah Ruko dibangun, maka kami dijinkan untuk membangun kembali teras rumah kami. Jadi ini hanya semacam trik untuk mendapatkan kredit dari bank.  Selain itu, rumah kami juga dironavasi, dibangun kembali denagn beton (sebelumnya hanya kayu). Ganti rugi yang kami terima, jika dibandingkan dengan tetangga lain, bisa berkali-kali lipat.
Kami tetap memiliki kerinduan untuk memiliki rumah impian seperti yang saya saksikan di atas. Dengan uang yang berlebih, saya mulai brgerak dalam usaha kaplingan tanah. Puji Tuhan, kaplingan itu laku, tetapi uang saya “dimakan” oleh teman saya sendiri, yang bagian menagih cicilan pembelian tanah dari pembeli. Saya merugi puluhan juta rupiah.
Namiun akhirnya saya menemukan sebuah rumah, yang menyerupai impian saya, yaitu rumah tinggal saya sekarang ini. Awalnya kami suami-istri datang meninjaunya, langsung terasa cocok. Tanpa membesarkan kemampuan kami, semuanya bisa kami miliki karena Tuhan. Tuhan menjawab doa kami secara luar biasa, sekalipun cara-Nya unik, yaitu melalui suatu masalah, kami justru diberkati. Dengan kesetiaan dan ketaatan, kita bisa mmuliakan Tuhan.
Rumah ini dibuka dengan harga Rp. 1,5 M. Setiap minggu, sepulang dari ibadah di Psalm 21,  saya membawa keluarga melewati rumah ini. Saya selalu berkata dengan iman kepada istri dan anak saya, ini rumah kita. Mama menertawakan saya, dia berkata, “Kamu belinya pake uang apa? Rp. 1,5 M lho?”
Saya tetap yakin bahwa Tuhan akan memberikan rumah itu. Saya memberanikan diri untuk menawar rumah itu. Akhirnya setelah tawar-menawar, disepakati harga Rp. 1,35 M. Karena rumah ini dimiliki oleh sebuah yayasan, maka diperlukan proses untuk pemberesan administrasi surat-menyurat-nya. Sebenarnya sudah banyak orang menaksir rumah ini, karena luas dan terletak di tepi jalan yang ramai, sangat baik untuk bisnis. Bahkan ada yang berani membayar ratusan juta lebih banyak dari harga yang kami putuskan. Ada juga yang berani memberikan bonus, untuk mendapatkan rumah ini. Ada seorang calon pembeli yang berani membayar saya Rp. 150 juta, untuk mendapatkan rumah ini.
Anehnya, ketua yayasan pemilik rumah, tetap memutuskan hanya menjual rumah ini kepada saya. Keluarga istri saya sempat mmberikan masukan. Mereka bilang bahwa saya harus waspada, jangan-jangan rumah ini ada masalah, karena ada orang yang mau beli dengan nilai tinggi, tetapi pemilik rumah tidak mau menjualnya. Tetapi saya tetap pada keyakinan saya bahwa inilah mujizat Tuhan. Ada orang yang mau beli dengan harga mahal, pemilik rumah tidak mau menjualnya. Tetap mau menjualnya pada saya. Inilah kuasa-Nya yang ajaib.
Enam bulan kemudian, masih tidak ada perkembangannya. Saya menelepon pemiliknya dan menanyakan hal ini. Rupanya pemilik rumah mengira saya tidak jadi membelinya. Saya katakan bahwa saya tetap serius dengan kesepakatan harga yang telah ditetapkan.  Notaris yang ditunjuk pemilik mengatakan bahwa berdasarkan NJOP Rumah, sebenarnya harga rumah ini di atas Rp.2 M. Namun saya tetap memegang kesepakatan harga yang telah diputuskan sebelumnya yaitu Rp.1,35 M. Lalu saya berkata,  “Saya serahkan semuanay kepada Anda, sekarang tergantung Anda saja.”
Setiap malam saya mengajak istri dan anak-anak berdoa, “Tuhan, jika memang rumah ini yang Engkau berikan kepada kami, bukalah jalan bagi kami, tetapi jika bukan kehendak-Mu, biarlah Engkau menutup semua jalannya. Kalau bukan kehendak-Mu, rumah ini tidak jadi dibeli juga tidak apa-apa.” Tetapi  dalam kejadian-kejadian berikutnya, Tuhan membukakan jalan yang luar biasa!
Seminggu kemudian, pihak yayasan menelepon saya. Mereka langsung meng-OK-an. Kami langsung mengadakan transaksi. Puji Tuhan! Tetapi masih ada masalah lain. Uang yang sudah saya sediakan, sudah terpakai untuk inves di usaha jual-beli mobil dan saham, jadi saya mengajukan pinjaman ke sebuah bank swasta. Kredit saya disetujui, tetapi kucuran dananya tidak sesuai, tidak mencukupi. Akhirnya pihak penjual protes, jika saya tidak ada uang cukup, batal saja.
 YES: Tetapi rumah ini tetap dibeli? Bagaimana Anda bisa mendapatkan uang untuk membeli rumah ini, pak?
SMD:
Tuhan menggerakkan hati saya untuk menceritakan hal ini kepada seorang teman hamba Tuhan dari Jakarta. Teman itu bersedia meminjamkan uang kepada saya, tetapi saya katakan akan berunding dulu dengan istri. Akhirnya kami bersepakat, untuk menerima pinjaman itu, sebesar Rp. 600 juta. Dengan una pinjaman itu, ditambah dengan uang kami suami-istri dan bantuan dari orang tua, akhirnya kami beli rumah itu, kontan.
Masalah berikutnya adalah, saya harus mengembalikan pinjaman Rp. 600 juta itu. Tidak lama kemudian, tiba-tiba ada orang yang memperkenalkan seorang teman yang bekerja di sebuah bank, dimana bank itu sedang ada promo kredit rumah murah. Kreditnya jauh lebih murah dari kredit dari bank tempat kami mengajukan kredit sebelumnya. Bahkan dengan bunga flatt, selama 5 tahun. Saya belum pernah menemukan ada bank yang bisa membrikan pinjaman semudah ini, dengan kredit yang murah dan bunga 7,8% flatt! Di bank lain biasanya kredit dengan bunga flatt, hanya berlangsung maksimal 2 tahun, setelah itu bunga pinjaman akan kembali tinggi. Inilah jalan Tuhan yang dahsyat!
Dua minggu kemudian, dengan kucuran dana pinjaman dari bank ini, saya gunakan untuk membayar hutang kepada teman hamba Tuhan itu. Saya sudah berjanji kepada Tuhan bahwa rumah ini akn menjadi berkat dan saya akan bersaksi akan kebesaran Tuhan.
YES : Setelah memiliki rumah, bagaimana dengan showroom ini?
SMD:
Setelah punya rumah, saya bisa mengoptimalkan usaha saya dalam jual-beli mobil. Saya membuka showroom mobil di rumah saya. Jika ditanya darimana modalnya, saya sendiri juga binggung. Tetapi yang pastinya, bahwa Tuhan sungguh-sungguh mengangkat kita menjadi kepala. Saya berdoa, bahea saya mau usaha saya ini bisa menjadi berkat bagi orang lain. Puji Tuhan, melalui tempat ini, sudah banyak jiwa yang dimenangkan untuk Tuhan. Sampai sekarang sudah terhitung beberapa keluarga yang bertobat, bahkan sampai tukang yang mengecat rumah ini dan keluarganya pun, bertobat.
YES : Puji Tuhan! Jadi ukuran keberhasilan itu bukan harta yang dimiliki, tetapi bagaimana kita bisa memuliakan Tuhan dan memenangkan jiwa bagi Dia. Apa ada Firman Tuhan yang menjadi pegangan bapak dalam berbisnis?
SMD:
Firman Tuhan yang menjadi pegangan saya, untuk menjalankan segala bisnis saya adalah Mazmur 1:1-3, yang berbunyi, “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.”
YES : Sebelum kita menutup perbincangan ini, adakah kiat-kiat yang bisa disampaikan bagi pembaca Psalm 21 Magazine, supaya para pembaca pun bisa mengalmi sukses di usia muda seperti Anda?
SMD:
Saya percaya, jika kita setia melakuakn firman-Nya, Tuhan tidak akan meninggalkan kita. Saya merangkum Lima Prinsip untuk Sukses, yang selalu saya jadikan pedoman. Semua orang bisa sukses, karena sesungguhnya manusia diciptakan untuk sukses. Kelima prinsip itu adalah :
1.    Beriman lepada Tuhan Yesus.
Mujizat ternesar dalam hidup saya, adalah ketika mengenal Yesus.
2.    Bertobat dari segala dosa.
Setelah mengikuti Tuhan, saya berkomitmen untuk bertobat dari segala dosa. Saya menghancurkan semua kaset-kaset film porno, meninggalkan narkoba, judi, perzinahan, onani dan kehidupan malam. Saya bertobat dari segala dosa itu pada th. 2006.
3.    Berani bermimpi.
Dalam Yesus ada pengharapan. Dan pengharapan itulah yang menguatkan saya untuk berani bermimpi (maksudnya memilki impian untuk masa depan – red). Tapi impian kita, harus selaras dengan firman Tuhan. Inpian saya terbesar adalah saya mau seluruh kehidupan, bisnis, keluarga saya bisa menjadi berkat.
4.    Berani melangkah.
Untuk mencapai mimpi itu. Jadi jangan hanya bermimpi saja. Iman tanpa perbuatan, hakekatnya mati. Dengan impian yang selaas dengan firman, dan kita melangkah bersama Tuhan untuk mencapai impian itu, maka saya yakin,  sukses sudah ada di hadapan kita.
5.    Taat dan setia pada perkara kecil.
Salah satu ketaatan kita adalah berkomitmen untuk melayani Tuhan, sesuai talenta kita. Itulah ssebabnya sampai sekarang, saya aktif melayani sebagai penyiar di Radio rohani, Radio Mazmur 21. Saya juga terlibat dalam komsel di rumah, setiap hari Rabu. Saya juga menyediakan kamar di rumah, untuk penginapan –hamba-hamba Tuhan, yang direkomendasikan gereja.
YES : Haleluyah! Apakah masih ada impian dimasa depan yang belum tercapai, tetapi Anda sedang menuju ke sana?
SMD:
 Saya rindu untuk membangun semacam mess khusus untuk penginapan hamba-hamba Tuhan. Saya yakin, jika Tuhan mengijinkan, dalam waktu lima tahun ini, impian ini bisa terlaksana. Saya juga memiliki kerinduan bersama istri, bisa melayani Tuhan dimana-mana.Mohon dukung dalam doa, untuk impian-impian ini. GBU
Demikianlah perbincangan kami. Saya yakin, para pembaca sekalian sangat diberkati Sekarang tiba saatnya, bagi kita untuk memprakktekkan kelima prinsip diatas.SUKSES! GBU
Penulis :YES