Entri Populer

Minggu, 17 Juli 2011

KISAH PERTOBATAN SEORANG GANGSTER BRUTAL! MENJADI TERANG BAGI MASYARAKAT TERHILANG

Exclusive Interview with Niko Kilikily, sebuah kesaksian nyata
Tahun ini adalah tahun bagi kita untuk menjadi terang bagi sesama, terutama bagi masyarakat terhilang. Salah satu komponen yang termasuk di dalam katagori masyarakat terhilang adalah para gangster (preman), yang kerap kali berulah dan menimbulakn berbagai kesulitan. Banyak cap negatif yang diberikan kepada golongan yang satu ini. Tetapi bagaimana pun juga, mereka adalah manusia yang memiliki hak yang sama untuk diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka bisa diselamatkan, jika tidak ada yang melayani dan memberitakan Injil kepada mereka? Dan siapa yang melakukan pelayanan yangh penuh resiko ini, jika tidak ada yang terpanggil melakukannya.
Adalah Niko Kilikily, seorang mantan gangster brutal, yang bertobat. Suami dari Edita Erni, SH, terpanggil untuk melayani kaum terhilang ini. Dalam sebuah kesempatan, ayah dari Joanda KiliKily, Jesica Kilikily, dan Jordan Kilikily, menuturkan kesaksiannya melalui sebuah wawancara eksklusif dengan salah satu redaktur Psalm 21 Magazine, Yakobus Edy Susanto.
Dalam penyajian kali ini, kita akan melihat bagaimana sepak terjang pertobatan, perjuangan, pelayanan dan pekerjaan di dalam menjalankan panggilannya sebagai Pendeta dan Pengusaha bagi sekitar tiga ribu mantan gangster yang dibinanya saat ini, di Jakarta. Dalam kesempatan yang sama, direktur utama dari PT. Haltim Maining dan PT. Haltim Nusantara Perkasa ini, membagikan kiat-kiat untuk menjadi sukses dalam pelayanan dan usaha.

Yakobus Edy Susanto (YES)   : Bagaimana ceritanya Bapak bisa mengenal Kristus, dan bisa kenal dengan pak Toni?
Niko Kilikily (NK)       :
Saya memiliki 7 saudara, empat diantaranya laki-laki. Keempat saudara yang laki-laki itu semuanya ganster. Saya memiliki 3 saudara perempuan, yang semuanya menikah dengan gangster. Itulah latar belakang saya sebelumnya. Saya sebenarnya sudah mengenal Tuhan pada Tahun 1992. Pada waktu itu, saya ada di Pontianak dan saya hampir saja membunuh seseorang, karena sebuah permasalahan yang terjadi.  Tetapi puji Tuhan, sebelum saya melaksanakan niat saya itu, seorang teman hamba Tuhan, bernama bp. Lambert Boseren, sempat melihat saya “ribut-ribut”. Singkat cerita, teman saya itu memperkenalkan saya dengan Tuhan Yesus. Saya memang sudah Kristen sejak lahir, tetapi saya belum mengenal Tuhan Yesus secara pribadi.
Teman ini juga yang membawa saya berkenalan dengan pak Tony. Beliau melayani dan mendoakan saya. Saya terkejut karena tiba-tiba, pak Toni meminta sebilah Mandau (pedang/senjata tajam Suku Dayak), yang saya sembunyikan di belakang. Saya heran, kenapa orang ini bisa tahu kalau saya membawa Mandau. Lebih heran lagi, pak Tony minta jimat berbentuk sebuah akar, yang saya sembunyikan di dompet.
Saya menyerahkan Mandau dan jimat itu kepada pak Tony. Pikiran saya waktu itu, wah orang ini sakti sekali. Jangan-jangan dia dukun. Tetapi, koq dukun bisa berbicara tentang firman Tuhan….?Tidak lama kemudian, baru saya tahu kalau orang ini adalah pendeta. Singkat cerita, saya bertobat, tetapi masih “TOMAT” (setelah TObat, kuMAT, lagi).
Setelah saya kembali ke Jakarta, karena tidak ada yang mentoring, saya balik lagi ke kehidupan lama. Usia pertobatan saya hanya berkisar 6 bulan saja, sebelum saya kembali dalam kehidupan duniawi yang makin parah. Ketika teman-teman saya mendengar saya di Jakarta, saya kembali diajak untuk menjadi preman lagi dan  melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti debt collector (penagih hutang). Untuk pertama dan kedua kali, masih saya tolak. Tetapi ketika saya ditawarkan yang ketiga kali, saya tergiur untuk melakukannya, karena jumlah tagihannya besar. Ketika saya mencobanya, saya berhasil. Justru karena keberhasilan inilah, awal kejatuhan saya. Untuk itu, jangan kita coba-coba melakukan dosa. Ini adalah hal yang berbahaya. Akhirnya, semakin hari, saya semakin jauh dari Tuhan. Saya merasa angkuh, sudah memiliki uang banyak dan tidak butuh Tuhan lagi.

YES :Tadi Bapak katakan, hampir membunuh orang. Sebagai gangster, apa Bapak memang pernah membunuh?
NK :
Yang berhadapan langsung, saya hitung sudah 12 orang, yang saya bunuh. Tapi tidak terhitung lagi yang pernah saya bunuh ketika terjadi tawuran, kerusuhan dan keributan besar. Pada tahun 1994, saya ada suatu eksekusi tanah di daerah kavling Polri, Jelambar, Jakarta Barat. Saya mengadakan negosiasi dengan pihak lawan, tetapi mereka tidak mau diajak negosiasi. Akhirnya terjadi bentrok fisik dan saya jatuh dalam dosa pembunuhan lagi. Saya membunuh kepala gengsternya sampai tewas di tempat.

YES : Maaf pak, Anda pernah masuk penjara?
NK :
Saya pernah ditahan, tetapi selalu bisa keluar lagi.Peristiwa pembunuhan di atas sempat membuat saya di tahan di Polres Jakarta Barat. Saya berasal dari keluarga pengacara. Ayah saya juga seorang pengacara. Karena ayah saya dekat dengan Kapolres, maka beliau memohon supaya saya dilepaskan. Ketika saya dilepaskan, bukannya bertambah baik, malah saya bertambah jahat.

YES : Saya dengar, Bapak pernah bergabung dengan bang Hercules?
NK :
Saat di penjara itulah, saya bertemu dan bergabung kembali dengan bang Hercules. Anda tentunya tahu siapa Hercules itu. Sebelumnya dulu saya sudah sempat bergabung dengan beliau, tetapi kemudian berpisah. Bang Hercules meminta saya bergabung kembali, karena mendengar peristiwa yang saya alami itu. Setelah bergabung kembali, saya menjadi salah satu tangan kanannya.
Waktu itu, saya hidup dengan kelompok bang Hercules, di daerah Tanah Abang. Kehidupan saya semakin jauh dari Tuhan. Hampir tiap hari, saya menumpahkan darah orang yang tidak bersalah. Senantiasa ribut setiap hari.
Suatu ketika, Tuhan ijinkan saya mengalami keributan dari pukul 09.00 pagi sampai pukul 17.00 sore. Akibat dari keributan itu, kantor kecamatan Tanah Abang dibakar. Saya yang memimpin kerusuhan besar itu. Saya ditahan oleh bp. Sutiyoso, yang masih menjabat sebagai Pangdam Jaya, sebelum menjabat sebagai Gubernur DKI. Saya bersama 21 anak buah ditahan di Kodam Jaya. Setelah ditahan, saya minta bantuan lagi kepada ayah saya supaya dilepas. Ketika dilepas, saya bertambah semakin jahat lagi. Saya kembali menjalankan profesi saya, mengeksekusi sebidang tanah di daerah Gatot Subroto, Jakarta.

YES : Selain membunuh dan membuat keributan, kejahatan apa lagi yang pernah Bapak lakukan sebagai gangster?
NK :
Kehidupan yang jahat seperti ini, terus berlanjut. Selain sebagai gangster atau preman, saya juga pecandu berat obat-obat terlarang, khususnya jenis ekstasi, shabu-shabu dan heroin. Setiap hari Minggu, tidak pernah lagi saya ke gereja, tetapi di diskotik. Dari satu diskotik, ke diskotik yang lain. Saya merasa bahwa saya bisa hidup sampai saat ini, karena kekuatan dan kepintaran saya sendiri.


YES : Bagaimana proses pemulihan yang Bapak alami, sehingga bisa kembali kepada Tuhan?
NK :
Akhirnya saya menyadari bahwa kehidupan seperti yang saya jalani adalah salah. Yeremia 17:5 berkata, "…Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!” dan ayat 7 berkata, “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN.”
Tuhan menegur saya melalui ayat-ayat ini. Saya yakin, saat itu adalah waktu dari Tuhan bagi saya, untuk bertobat. Setelah ayat-ayat ini menegur saya, sebuah peristiwa tragis yang membawa saya untuk kembali pada Tuhan terjadi.

YES : Peristiwa tragis apa Pak?
NK :
Ketika itu, seorang teman, yang juga pernah menjadi pilot pribadi orang terkemuka di Indonesia, memberikan saya ekstasi. Saya mengalami overdosis, karena selain menelan 7 butir ekstasi, saya juga sudah menikmati heroin dan shabu-shabu. Darah segar mengalir keluar dari hidung, telinga dan mulut. Seketika itu juga, saya dilarikan ke RSCM Jakarta. Ketika dalam kendaraan, saya merasakan hawa dingin yang perlahan-lahan naik dari kaki, sampai ke leher.
Ketika tiba di rumah sakit, sementara di infus, tiba-tiba saya teringat sebuah lagu sekolah minggu, yang berbunyi “Yesus..,Yesus…, dokterku yang baik, dokter dunia tak sama Dia, saya sakit, Dia sembuhkan, Yesus dokterku yang baik.”
Sementara lagu itu berdengung di hati, saya melihat bayangan dosa saya, ditayangkan lagi seperti film. Mulai dari dosa kecil seperti mencuri ayam, burung, sampai dosa besar, seperti narkoba dan membunuh. Ketika itu, saya sangat ketakutan, karena dalam kondisi demikian, jika saya meninggal, pasti masuk neraka.
Akhirnya saya menyanyikan lagu sekolah minggu yang terus saya dengar dalam hati saya itu. Seorang perawat, karena mendengar saya menyebutkan Yesus…Yesus, datang menghampiri dan bertanya apakah saya orang Kristen. Saya katakan, ”Ya”. Lalu saya minta perawat itu untuk mendoakan saya, karena mungkin sebentar lagi saya bisa meninggal.
Perawat itu pun mendoakan saya. Kemudian seorang dokter datang memeriksa nadi saya, dan dia berkata, ”Sebentar lagi.” Mungkin maksudnya sebentar lagi saya akan meninggal. Perawat itu masih berdoa. Ketika perawat itu selesai berdoa, dokter memvonis, bahwa saya tidak bisa ditolong lagi. Lalu saat itu, dengan sekuat tenaga yang tersisa, saya berteriak tiga kali berturut-turut, “Tuhan Yesus tolong saya!”Tiba-tiba mukjizat itupun terjadi.Sekitar sepuluh menit kemudian, rasa dingin yang sudah menyelimuti sekujur tubuh saya, perlahan-lahan mulai menghilang, diganti dengan rasa hangat. Akhirnya dingin itupun hilang sama sekali dan saya masih hidup sampai saat ini!
Saya memutuskan untuk bertobat, mengakui semua dosa saya dan kembali kepada Yesus. Pada saat itu, genaplah 1 Yohanes 1:9, yang berkata, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” dan Yesaya 1:18, “Marilah, baiklah kita beperkara! -- firman TUHAN -- Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.”
Jadi, kita sangat berharga dimata Tuhan. Saya bersyukur memiliki Tuhan Yesus yang sungguh dahsyat dan penuh kasih. Seharusnya orang jahat seperti saya ini sudah black list di Surga, tetapi ternyata Dia masih mau menerima saya. Oleh karena kasihNya, masih ada anugrah keselamatan untuk saya.

YES : Setelah bertobat, apa yang Bapak lakukan kemudian?
NK :
Setelah bertobat, saya berpikir untuk menjadi jemaat biasa saja, datang beribadah di gereja, sebagaimana lazimnya orang Kristen. Tetapi ternyata itu tidak cukup. Tuhan mau yang lebih lagi. Dia mau saya menjadi hambaNya. Saya meresponi panggilan Tuhan ini dan Dia menaruh kerinduan untuk menjangkau preman-preman bagiNya.

YES : Bagaimana awalnya Bapak memulai pelayanan Bapak, menjangkau para preman?
NK :
Saya mulai bergerak, melayani para preman. Puji Tuhan, dimulai dari sebuah komunitas sel 2-3 orang yang saya bina, sampai saat ini sudah sekitar tiga ribu preman yang bertobat. Pada waktu itu, GBI Sungai Yordan Jakarta, sedang bergerak dalam JERUK (JEmaat RUkun Keluarga), kami pun melakukannya. Oleh karena itu, komunitas sel kami, disebut JERUK. Dimulai dari satu jeruk, sampai saat ini sudah mencapai sekitar seribu JERUK, dengan tiga ribu anggota. Target saya, pada tahun 2012 nanti, akan mencapai tiga ribu JERUK, setiap JERUK menjangkau 3-7 keluarga.
Dalam Amanat Agung, Tuhan mengatakan bahwa kita harus menjangkau jiwa sampai ke ujung dunia. Saat ini saya sedang membangun komunitas untuk menjangkau para preman di Amerika, tepatnya di Broklyn dan Arkansas. Semuanya untuk kemuliaan Tuhan Yesus.

YES : Ketika melayani Tuhan, tentunya banyak tantangan yang kita hadapi. Bisa Bapak ceritakan, tantangan apa saja yang dihadapi?
NK :
Banyak juga tantangan yang saya hadapi, ketika melayani seperti ini. Banyak orang tidak mau melayani hal ini. Mereka menganggap pelayanan seperti ini adalah pelayanan “buang uang”, “rugi”, dan harus memberi. Tetapi saya sudah siap dengan semuanya ini. Saya siap memberi hal yang paling berharga, yaitu diri saya sendiri, untuk pelayanan ini. Banyak hamba-hamba Tuhan saat ini, tidak lagi mencari domba yang sesat, tetapi mencari domba yang “lezat”.

YES : Selain melayani Tuhan dan akhirnya Bapak menjadi Pendeta, saya mendengar bahwa Bapakl juga adalah pengusaha?
NK :
Benar. Setelah saya memutuskan untuk terjun dalam pelayanan ini, Tuhan Yesus membukakan banyak hal untuk saya. Bukan hanya berkat rohani, tetapi juga berkat jasmani yang melimpah. Saya memang adalah seorang Pendeta, tetapi juga karena anugrahNya, saya juga diangkat Tuhan untuk menjadi Presiden Direktur dari beberapa perusahaan pertambangan. Puji Tuhan, karena campur tangan Tuhan, semua pertambangan yang saya kelola, dapat berjalan dengan baik. Dari hasil pertambangan inilah, saya mengembangkan pelayanan saya dan membiayai kehidupan ke-tiga ribu preman yang bertobat itu.

YES: Jadi, Bapak juga membiayai kehidupan para preman yang Bapak bina?
NK :
Selain saya menggembalakan para preman yang bertobat itu, saya juga membiayai kehidupan mereka. Karena dalam melayani para preman, kita tidak bisa hanya datang dengan Injil dan meminta mereka bertobat. Seperti pengalaman saya, ketika mengenal Tuhan pertama kalinya, saya kembali lagi ke kehidupan lama saya. Kita memang harus bertobat, tetapi perut kan perlu makan. Dan keahlian saya hanya premanisme. Jadi, itulah yang bisa saya kerjakan.
Saya mengambil hikmat di sini, jika kita mau membawa seorang preman bertobat, maka kita juga harus membawa mereka keluar dari kehidupan lama mereka. Perlengkapi mereka dengan keahlian dan carikan bidang pekerjaan yang baru. Jika tidak, maka kemungkinan besar, mereka akan kembali dalam kehidupan lama lagi.
Di antara para preman yang saya layani, ada sekitar 300-an jiwa, yang telah mengambil keputusan untuk melayani kaumnya. Mereka telah menjadi hamba Tuhan, dan sekitar 100 diantaranya, sudah saya bawa mengunjungi Tanah Perjanjian, Israel. Tujuan saya, selain untuk memberkati Tanah Perjanjian, juga supaya iman hamba-hamba Tuhan itu semakin dikuatkan, dan nama Tuhan dipermuliakan. Puji Tuhan, sampai saat ini, Tuhan terus melindungi kami dan pelayanan ini terus berkembang. Biarlah semuanya ini hanya untuk memuliakan Tuhan Yesus Kristus.

YES : Bagaimana Bapak bisa berjumpa dengan Pak Yos Lamel (Gembala Senior) dan bergabung dengan Sungai Yordan?
NK :
Setelah terjadi kerusuhan besar di Jakarta tahun 1998, saya kembali ke Pontianak. Pada kesempatan itu, saya berjumpa dan berkenalan dengan Pdt. Yos Lamel. Beliau mengetahui keberadaan saya dari Pdt. Rudy (Singkawang). Diutuslah bp. Sebastian Napitupulu, untuk mewawancarai saya bagi sebuah majalah, sekaligus juga mengajak saya bergabung dengan Sungai Yordan. Saya pun bergabung, dan sampai saat ini, Pdt. Yos Lamel, adalah bapa rohani saya.
Saya sangat bersyukur, memiliki bapa rohani seperti Pdt. Yos Lamel dan kakak rohani seperti bp. Budi, karena merekalah yang mensponsori saya kembali kepada Tuhan, mapan dalam pelayanan rohani dan kehidupan jasmani. Disinilah kita melihat bagaimana pentingnya kita dimontoring oleh seorang sponsor. Tanpa itu, bisa saja saya kembali jatuh.
Saya juga sangat bersyukur, bisa berjumpa dengan Pak Tony, Pak Lambert, Pak Rudy,Pak Edy dan rekan-rekan hamba Tuhan lainnya di Pontianak, merekalah yang memperkenalkan Yesus pada saya.

YES : Pak, saya pribadi tahu persis bagaimana kehidupan Bapak ketika masih bergelut di dunia gangster. Tapi keadaan Bapak saat ini sungguh terbalik. Bapak berhasil dalam pelayanan dan pekerjaan. Menurut Bapak, apa inti dari kesuksesan yang Bapak alami ini?
NK :
Intinya adalah tunduk kepada Tuhan dan gembala kita. Mazmur 133 dengan jelas menggambarkan hal ini. Selain tunduk kepada Tuhan, kita juga harus tunduk kepada orang-orang yang diberi otoritas di atas kita, misalnya orang tua kita, bapa rohani kita dan juga gembala, leader dan sponsor kita. Apapun yang mereka suruh, harus kita lakukan dengan taat. Sekalipun orang itu, kita anggap banyak kekurangan, tapi jika dia memiliki otoritas atas kita, maka kita harus taat kepadanya.
Mazmur 133 menjelaskan bahwa berkat Tuhan, mengalir dari imam. Jaman sekarang ini, Imam adalah gembala kita. Jika kita minta doa berkat kepada siapapun juga, tapi tidak tunduk kepada gembala, maka berkat itu tidak akan turun.
Ketika saya didoakan oleh Pdt. Yos Lamel di Israel, saya mendapatkan nubuat bahwa saya akan digunakan sebagai bendahara bagi Indonesia, saya akan menjadi konglomerat. Seketika itu juga saya rebah dalam roh. Setelah didoakan, saya langsung meresponi hal ini.

YES: Pak, Anda kan bergerak dibidang pertambangan, bisa Anda ceritakan, bagaimana bisa terjun dalam pertambangan?
NK :
Setelah didoakan di Israel dan kembali ke Indonesia, seperti air yang mengalir dari keran yang dibukakan, demikian juga berkat itu mengalir dalam kehidupan saya. Suatu hari, saya mengadakan doa puasa 3 hari dan 3 malam, di daerah Puncak. Setelah berdoa, Tuhan mengerakkan saya untuk mencari lahan tambang di Indonesia Timur (Maluku). Ketika berada di Maluku, Bupati di sana menyarankan saya untuk membuka lahan kayu saja, karena lahan tambang sudah penuh. Saya tidak putus asa, tetapi tetap berdoa. Tiba-tiba ada sepupu saya yang mengajak melihat sebuah lahan tambang nikel, milik sebuah perusahaan tambang. Ternyata setelah diselidiki, saya temukan masih ada sedikit lahan tambang tersisa di sana, yang belum digarap. Saya yakin, itulah tambang yang Tuhan kasih.
Saya mengusahakannya, dan hasilnya sungguh luar biasa. Karena hasil yang luar biasa itulah, banyak pengusaha tambang berebut untuk bisa bekerja sama dengan saya, mengelola lahan pertambangan itu.
Bermula dari tambang nikel itu, Tuhan terus membukakan yang lain. Sampai saat ini, selain tambang nikel itu, saya sedang mengelola dua pertambangan lainnya, yaitu batu bara dan emas. Total semuanya ada 3 tambang. Hasilnya kami ekspor ke Jepang, Tiong Kok dan Amerika.

YES: Semua hasilnya Bapak pergunakan untuk pelayanan?
NK:
Hasil pekerjaan saya ini, selain dipakai untuk kebutuhan kehidupan dan operasional pekerjaan, selebihnya digunakan untuk membiayai pelayanan-pelayanan.
Di Jakarta saya sudah membangun sebuah gedung untuk operasional pekerjaan dan pelayanan. Gedung itu bernama Kokan. Terletak di daerah Kelapa Gading. Perusahaan Pertambangan saya bernama : PT.Haltim Maining dan PT Haltim Nusantara Perkasa.

YES : Bisa Bapak ceritakan pengalaman spiritual lainnya yang Anda alami?
NK :
Pengalaman spiritual lain yang saya alami adalah ketika saya bertobat untuk kedua kainya. Saya sempat merasa kehilangan. Semua anak buah dan teman-teman meninggalkan saya. Dulu saya hidup berkecukupan, tetapi justru setelah bertobat, saya kekurangan uang. Teman-teman benci pada saya, karena saya bertobat. Saya sungguh jatuh miskin. Sangat miskin. Untuk beli obat dan jajan anak saja susah. Bisa saja saya menghubungi kembali pengusaha-pengusaha yang pernah saya layani dulu, tetapi saya tahu, itu semua kembali akan menjebak saya jatuh dalam dunia kejahatan.
Saya menganggap apa yang saya alami ini sebagai proses, sebagaimana yang dialami Sadrak, Mesak dan Abednogo. Tapi saya percaya Tuhan pasti menolong, asalkan kita tetap memuliakan Dia. Akhirnya Tuhan angkat saya lagi. Saya bisa berangkat ke Israel pertama kali, karena dibiayai.

YES: Pengalaman lainnya dalam pelayanan?
NK :
Dalam pelayanan, Tuhan lengkapi saya juga dengan karunia kesembuhan. Saya sudah berkotbah dan melayani di KKR-KKR, hampir di seluruh dunia. Dan Tuhan selalu menyertai dengan tanda-tanda mukjizat seperti orang lumpuh berjalan, tuli mendengar, bisu berbicara, dll.

YES : Terakhir pak, adakah kiat-kiat bagi kita untuk bisa mencapai kesuksesan?
NK :
Kiat-kiat sukses :
1.   Tunduk pada Tuhan dan Gembala/orang yang memiliki otoritas di atas kita.
2.   Miliki hati hamba.
3.   Dekat dengan Tuhan.
Saya menghimbau, semua pengusaha, lebih dekatkan diri lagi kepada Tuhan. Dalam bisnis yang saya geluti ini, tidak terhitung banyaknya halangan yang saya hadapi. Tetapi semuanya dapat diatasi hanya karena campur tangan Tuhan. Semua rencana kita, serahkan kepada Tuhan.

Saat ini Bp. Niko Kilikily & keluarga, Tinggal di daerah Kelapa Gading, Jakarta. Seluruh operasional pelayanan dan pekerjaan beliau, dikendalikan di sebuah gedung, bernama Gedung Kokan, yang dibangunnya di daerah Kelapa Gading. (Kesaksian  adalah kisah nyata dan sudah pernah dimuat dalam Psalm 21 Magazine edisi Paskah 2010)

Sabtu, 16 Juli 2011

BISA MELIHAT DIRI SEBAGAIMANA TUHAN MELIHATNYA The Valiant Generation III


Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. – Mazmur 139:14

Dalam ayat diatas, sudah dapat kita tangkap dengan jelas, tentang bagaimana Tuhan memandang manusia. Kejadian kita sungguh ajaib dan dahsyat! Namun sayangnya, seiirng dengan berjalannya waktu, gambaran diri manusia telah banyak dibentuk oleh keadaan. Lebih jauh, ditemukan bahwa ternyata keadaan yang membentuk manusia adalah keadaan yang kurang baik (negatif). Pembentukan dari keadaan negatif ini menutup gambaran diri manusia yang asli. Akibatnya, manusia bertumbuh dengan dua kepribadian, yaitu pribadi yang sesuai dengan ghambaran Allah dan pribadi yang dibentuk dari keadaan yang negatif.
Oleh karena itu, tidak jarang kita temui adanya orang Kristen yang pada hari Minggu, beribadah, menjadi anak Tuhan. Tetapi hari Senin sampai Sabtu menjadi anak hantu. Kita pernah mendengar berita adanya anak seorang pendeta senior, yang jatuh dalam dosa perjinahan dan narkoba, seorang Worship Leader, jatuh dalam dosa perjinahan dengan seorang pemuji. Pengusaha Kristen menipu teman bisnisnya, Pejabat Kristen yang korupsi, dll.
Kejadian di atas, memperlihatkan kita bahwa betapa bahayanya manusia yang memiliki dua kepribadian. Orang-orang demikian akan selalu mudah berubah-ubah. Sekali waktu, seseorang bisa tampil dengan pribadi yang positif dan sesuai dengan gambaran Allah. Di lain waktu, orang yang sama, bisa tampil dengan pribadi yang lain, yang terbentuk dari keadaan yang negatif, yang dialaminya. Dapat dibayangkan jika kehidupan manusia, selalu dibentuk oleh keadaan yang negatif.
Keadaab yang negatif, yang membentuk manusia, sering kali diterima dari keluarganya. Misalnya perlakukan yang keras dan perkataan negatif dari orang tua, dll. Hal ini menyebabkan mental seseorang “terblokir”, karena takut menerima perlakukan keras dari orang tua. Ini disebut mental “block”.
Dengan adanya dua kepribadian ini, menyebabkan seseorang mengalami kerusakkan gambar diri. Kerusakkan ini menyebabkan hal yang lebih parah lagi, yaitu kerusakkan gambar kehidupan orang tersebut. Kerusakkan gambar kehidupan berakibat pada hubungan sosial yang tidak baik, maka tidak heran jika konflik sosial sering terjadi.
Setelah mempelajari hal diatas, dapat kita simpilkan bahwa betapa pentingnya pemulihan gambar diri, sebagaimana yang telah dipaparkan dalam seminar Kingdom Gathering. Banyak dari peserta, setelah mengikuti seminar ini, menyadari bahwa ternyata kejadian penciptaan dirinya, sangat ajaib dan menghasilkan “produk” yang dahsyat, yaitu dirinya. Kesadaran ini menyebabkan banyak hal, seperti:
1.    Ppotensi-potensi kehidupan dalam dirinya, mulai bertumbuh maksimal.
2.   Pengaharapan akan masa depan, semakin menjanjikan.
3.   Iman semakin berkembang.
4.   Visi kehidupan semakin jelas dan terarah.
5.   Kehidupan yang rusak, dipulihkan kembali menjadi hidup yang baru.
6.   Mulai merasakan jenji Tuhan.
Dengan mengalami poin-poin di atas, orang tersebut mulai berdampak bagi lingkungannya dan menjadi kesaksian. Inilah yang diharapkan terjadi pada setiap kita. Untuk itu, kita harus melihat diri kita sebagaimana Tuhan melihatnya. Ternyata kejadian kita ajaib! Kejadian yang ajaib itu menghasilkan produk yang dahsyat, yaitu kita! Kita aminkan hal ini, sekalipun kenyataannya, kehidupan kita belum seperti yang diharapkan.
Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia. "Silakan makan dan minum," katanya kepadamu, tetapi ia tidak tulus hati terhadapmu. – Amsal 23:7. Ayat ini menjelaskan bahwa sebagaimana kita memandang dii kita, maka seperti itu jugalah keberadaan kita. Jika kita memandang diri kita sebagaimana Tuhan memandang kita, maka demikianlah kita.
Tuhan tidak pernah berdusta. Jika Dia mengatakan kejadian kita dahsyat dan ajaib, maka memang itulah sebenarnya yang terjadi! Bukankah Dia yang melakukannya? Tahukah Anda :
1.    Manusia (kita semua) dibuat dengan material (debu dan tanah) terbaik dan belum tercemar, dari Taman Eden.
2.   Manusia (kita semua) dibuat oleh Tangan yang ahli. Bahkan hanya Dialah satu-satunya ahli pencipta manusia.
3.   Manusia (kita semua) dibuat dengan satu tujuan, yaitu untuk menjadi tuan atas ciptaan yang lain.
Jika demikian, karena manusia dinbuat dari bahan material terbaik, yang tidak ada duanya, belum tercemar dan dikerjakan olrh satu-satunya Ahli pencipta manusia di seluruh jagad raya ini, maka dapat disimpulkan bahwa manusia adalah “produk” unggulan dan dahsyat. Saudara, di dunia ini dapat kita jumpai banyak hal hebat,  semuanya dibuat oleh tangan manusia yang hali dan cakap. Tetapi hanya satu yang langsung dibuat oleh Tangan Tuhan sendiri, MANUSIA. Inilah yang disebut, “Dahsyat!”
Selain itu, banyak ciptaan lain, dibuat untuk memenuhi sebuah tujuan tertentu, biasanya tujuan itu hanya untuk pelengkap. Tetapi manusia yang dahsyat itu, diiciptakan untuk menjadi penguasa atas ciptaan yang lainnya. Itulah sebabnya manusia diciptakan dengan sedemikian rupa, untuk memperlengkapinya sebagai pemimpin. Tetapi kenyataannya sekarang, manusia tidak menjadi tuan, melakinkan budak. Misalnya uang, harta, kekayaan, dll, berapa banyak manusia yang seharusnya menjadi tuan atas semuanya itu, malah sebaliknya diperbudak oleh hal-hal itu? Ini disebabkan karena manusia telah jatuh dalam dosa, memiliki dua kepribadian (seperti yang telah dijelasakan di atas) dan kehilangan gambar Allah dalam dirinya. Akibatnya, manusia mulai melihat gambaran dirinya, seperti keadaan dunia ini, maka menjadi seperti itulah dirinya.
Keadaan ini dapat dijelasakan dengan ilustrasi sekor rajawali, yang dibesarkan seekor ayam. Karena dibesarkan oelh seekor ayam, rajawali itu tidak menyadari keberadaan dirinya, dia mengira dirinya adalah ayam. Ketika ada sekor elang mengintai, maka rajawali ini akan bertindak seperti ayam, bersembunyi. Berapa banyak manusia yang sebenarnya adalah “produk” unggulan, bersikap seperti rajawali ini? Cara pemulihannya hanya satu. Rajawali ini harus menyadari kembali siapa dirinya. Demikian juga manusia, harus menemukan kembali gambar dirinya (yaitu gambar Allah dalam dirinya).
Itulah sebabnya, manusia (kita) harus bertobat. Pertobatan ini akan memulihkan kembali hubungan dengan Tuhan. Dengan hubungan yang dipulihkan, Tuhan akan memulihkan kembali gambar-Nya dalam diri orang itu, sehingga orang itu akan menerima gambar diri yang utuh. Saudara, pastikan keberadaan kita adalah anak Kerajaan dan memiliki gambar diri yang utuh. Untuk itu, kita harus memandang diri kita, sebagaimana Tuhan memandangnya. Sekalipun keadaan hidup kita serba sulit, namun firman Tuha tidak pernah berubah. Semua yang dijanjikan-Nya, pasti digenapi. Minggu depan, kita akan belajar bagaimana kita bisa melihat rancangan Tuhan bagi masa depan kita. GBU (YES)

Kamis, 14 Juli 2011

HIDUP SELARAS DENGAN FIRMAN TUHAN The Valiant Generation II


     Dalam Renungan Amos 3:3 dikatakan, “Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?” Jika kita merenungkan ayat ini, kita menemukan tentang kesepakatan. Betapa pentingnya kesepakatan ini. Sepakat melibatkan dua pihak. Sepakat berarti kita (kedua pihak), salng serasi dan selaras. Tuhan sendiri berkata bahwa dua atau tiga orang berkumpul, yang sepakat (serasi dan selaras satu sama lain) meminta sesuatu, maka permintaannya akan dikabulkan Bapa. Ini membuktikan bahwa keserasian (keselarasan) merupakan hal yang sangat penting. 
Dalam banyak hal di kehidupan kita, kesepakatan dan keselarasan sangat penting. Bisa dibayangkan, jika sepasang suami-istri tidak selaras? Sang suami berjalan dengan kehendaknya sendiri, demikian juga dengan sang istri. Dalam keadaan demikian, tidak lagi akan dijumpai istri-istri yang tunduk pada suaminya dan suami-suami yang mengasihi istrinya. Tetapi yang akan dijumpai adalah istri-istri yang “menanduk” suaminya dan suami-suami yang otoriter atas istrinya. Rumah tangga menjadi kacau balau.
Keselarasan juga perlu dalam hubungan dengan angota-anggota keluarga lainnya. Bisa diayangkan jika hal ini tidak ada? Anak dan orang tua dan sesama saudara sekeluarga tidak selaras, apa jadinya? Kita akan menemukan anak-anak yang memberontak terhadap orang tuanya dan ketidak-akuran antar sesama saudara. Hanya karena hal-hal kecil saja, bisa menimbulkan masalah yang besar.
Keselarasan juga diperlukan dalam hubungan bergereja. Bisa anda bayangkan, jika antara Gembala Jemaat, tidak selaras dengan para fulltimer dan pengerja, maka akan terjadilah perkataan ini : “Kemana gereja ini akan dibawa?” bisa Anda bayanghkan jika Gembala melakukan atau memperkenalkan sebuah program penggembalaan yang baru, tetapi hal ini tidak didukung oleh fulltimer, pengerja dan jemaat? Semuanya ini terjadi karena TIDAK SELARAS.
Keselarasan juga dibutuhkan dalam menjalankan pekerjaan dan bisnis kita. Manusia adalah mahluk yang terbatas. Ini menjelaskan bahwa semua manusia saling membutuhkan satu sama lainnya. Dalam menjalankan pekerjaan kita, tidak mungkin bahwa kita dapat menjalankan semua tugas-tugas kita dengan baik, tanpa melibatkan bantuan orang lain. Gembala Jemaat tidak mungkin bisa sukses, jika tidak ada bantuan dari para fulltimer (termasuk saya). Saya tidak mungkin bisa menjadi gembala wilayah yang sukses, tanpa bantuan dari para leader. Para leader tidak mungkin menjadi leader yang sukses, tanpa bantuan anggota Kamit, dan demikian seterusnya. Kita semau saling terkait. Untuk itu, kita harus selaras.
Dalam dunia bisnis, diperlukan adanya kerjasama dengan pihak-pihak terkait, seperti rekan bisnis, pihak pemerintah, bank, kepolisian, dll. Semuanya itu diperlukan keselarasan! Dapat dibayangkan kekacauan yang timbul, jika tidak ada keselarasan? Tidak ada perjanjian bisnis. Jika tidak ada perjanjian bisnis, maka tidak ada proyek yang dikerjakan. Tanpa ada pengerjaan proyek, tidak ada kemajuan.
Dalam contoh-contoh di atas, kita simpulkan bahwa KESELARASAN SANGAT PENTING dan berlaku untuk seluruh aspek kehidupan kita. Keselarasan yang terutama adalah SELARAS DENGAN TUHAN, melalui firman-Nya. Semua manusia, apapun latar belakangnya, jika dia hidup selaras dengan firman Tuhan, dia pasti sukses. Serimg kali kita menemukan bahwa adanya orang-orang non Kristen yang sukses dalam kehidupannya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena secara tidak langsung, mereka telah melakukan kebenaran firman Tuhan, sekalipun mereka tidak tahu tentang hal itu. Sebaliknya, masih banyak orang Kristen, yang sudah tahu kebenaran firman, namun tidak mengalami semua kebenaran itu. Karena kebenaran itu hanya sebatas pengetahuannya saja dan tidak dilakukan dalam kehidupannya.
Contohnya, Saya pernah berjumpa dengan seorang kawan yang memiliki keluarga yang harmonis dan berhasil dalam mendidik anak-anaknya, padahal dia bukan anak Tuhan. Saya menemukan, bahwa secara tidak langsung, teman ini, sudah melakukan prinsip-prinsip kebenaran firman Tuhan dalam rumah tangganya, sekalipun dia tidak tahu jika itu adalah kebenaran firman. Jadi seharusnya kita, yang sudah mengenal Tuhan, tidak cukup hanya sekedar tahu akan kebenaran firman, melainkan juga kita harus melakukannya. Bahkan seharusnya bisa lebih baik lagi dari mereka yang belum mengenal Tuhan.
Sebagai generasi yang perkasa, kita harus hidup selaras dengan firman Tuhan! Kekuatan hidup generasi perkasa berasal dari kekuatan Tuhan. Jika kita selaras denagn firman Tuhan, maka hal ini akan mengalirkan seluruh kekuatan Tuhan, sebagai energi kehidupan kita. Yesus pernah berkata bahwa ketika kita tinggal dalam diriNya, maka firman-Nya akan tinggal dalam diri kita. Hal inilah yang disebut sebagai “SELARAS DENGAN FIRMAN TUHAN”.
Seluruh dunia ini, diciptakan oleh firman Tuhan. Ketika kita selaras dengan firman Tuhan, maka seluruh kekuatan Tuhan, yang menciptakan seluruh dunia ini, akan mengalir ke dalam diri kita! Dapat Anda bayangkan hal ini? Jika hal ini terjadi dalam kehidupan kita, kita pasti akan berseru, “WOW dahsyat!” Kita akan melihat hal-hal yang tadinya tidak mungkin terjadi karena keterbatasan kekuatan manusia, menjadi mungkin, karena bekerjanya kekuatan Tuhan yang tidak terbatas. Jika kita hidup selaras denagn firman Tuhan, dipastikan bahwa kita juga akan menerima perlindungan Tuhan dalam segala aspek.
Persoalannya sekarang adalah, bagaimana kita bisa hidup selaras dengan firman Tuhan? Dalam buku The Valiant Generation, hal ini telah dijabarkan dan dijelaskan dengan gamblang. Untuk bisa selaras dengan firman Tuhan, kita harus melakukan ketiga hal ini, yang saya sebut sebagai 3 Bisa, yaitu:
a.     Bisa melihat diri kita, sebagaimana Tuhan melihat kita (bab satu).
b.     Bisa melihat rancangan Tuhan bagi masa depan kita (bab dua).
c.     Bisa bekerja sama dengan Tuhan (bab tiga).
Minggu depan, kita akan membahas mengenai poin pertama dari hidup selaras dengan firman Tuhan, yaitu kita harus bisa melihat diri kita, sebagaimana Tuhan melihat kita. Ini menjadi poin yang sangat penting dalam hidup selaras dengan firman-Nya. Saya merasakan, semakin dalam kita menelusuri buku ini, maka kita akan semakin diberkati. Oleh karean itu, saya menyarankan seluruh leader dan anggota kamit, selain mensharingkan hal ini di kamit, masing-masing juga harus memiliki buku The Valiant Generation. (YES)