Entri Populer

Kamis, 21 April 2011

KESOMBONGAN!


Shalom anak Kerajaan, dahsyat! Kesombongan adalah hal yang sangat penting, yang perlu diketahui manusia. Oleh karena itu, kesempatan ini, kita akan membahas tentang hal yang satu ini. Dimana hal ini yang banyak membuat orang Kristen jatuh. Iblis sendiri, yang pada awalnya adalah malaikat Tuhan, juga jatuh karena kesombongan. Kita akan mulai membahas hal ini, dimulai dengan perenungan terhadap tujuh ayat tentang kesombongan.
.
I.         Tujuh ayat tentang kesombongan.
Ayat 1, diambil dari Mazmur 101:5, yang berkata, “Orang yang sembunyi-sembunyi mengumpat temannya, dia akan kubinasakan. Orang yang sombong dan tinggi hati, aku tidak suka.” Dalam ayat ini, jelas dikatakan bahwa Tuhan tidak menyukai kesombongan.
Ayat 2, diambil dari Amsal 8:13, yang berbunyi, “Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.” Tuhan bukan hanya tidak suka, melainkan juga, Dia benci kesombongan.
Ayat 3, Amsal 16:3 yang berbunyi, “Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi TUHAN; sungguh, ia tidak akan luput dari hukuman.” Bagi Tuhan, kesombongan atau tinggi hati adalah sebuah kekejian dan tidak akan luput dari hukuman.
Ayat 4, Amsal 16:18, yang berbunyi, “Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.” Congkak dan tinggi hati, adalah penyebab utama kehancuran dan kejatuhan manusia. Kehancuran dan kejatuhan itu merupakan bagian dari hukuman yang Tuhan ijinkan.
Ayat 5, Amsal 18:12, yang berbunyi, “Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.” Orang yang tinggi hati, bukan saja akan mengalami kehancuran, tetapi juga kehilangan kehormatannya sebagai manusia. Kehancuran dan kehilangan kehormatan akan dialami dalam semua aspek kehidupan.
Ayat 6, Yesaya 2:11-12, yang berbunyi, “Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu. Sebab TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan.” Manusia yang sombongh dan angkuh akan direndahkan dan ditundukkan (mengalami kekalahan). Suatu hari, mereka akan mengalami hukuman, yaitu direndahkan.
Ayat 7, Yehezkiel 16:49-50, yang berbunyi, “Lihat, inilah kesalahan Sodom, kakakmu yang termuda itu: kecongkakan, makanan yang berlimpah-limpah dan kesenangan hidup ada padanya Mereka menjadi tinggi hati dan melakukan kekejian di hadapan-Ku; maka Aku menjauhkan mereka sesudah Aku melihat itu.” Manusia yang congkak dan tinggi hati akan dijauhi Tuhan dan mengalami nasib yang serupa dengan Sodom.
Biarlah ketujuh ayat diatas, selalu mengingatkan kita, untuk tidak menjadi sombong, congkak, tinggi hati, atau sejenisnya. Inilah bagian pertama. Pada bagian kedua kita akan melihat kesombongan dalam berbagai variasi perilaku manusia dewasa ini.
.
II.        Kesombongan dalam berbagai variasi perilaku manusia.
Contoh 1: Saul (I Samuel 13:9-14). Di dunia ini, ada tiga kelompok manusia yang dipilih Tuhan untuk melakukan tugas pelayannya, yaitu imam, nabi, dan raja. Ketiganya tidak pernah diberikan kepada satu orang. Masing-masing memiliki tugas panggilan pelayanannya. Raja bukanlah imam, jadi tidak boleh mempersembahkan korban bakaran. Tetapi Saul melanggar hal ini. Sebagai raja, dia mempersembahkan korban bakaran hanya karena keterlambatan kedatangan imam Samuel. Inilah salah satu contoh perilaku kesombongan Saul. Dia menganggap remeh ibadah persembahan korban. Dia berpikiran, jika Samuel bisa, saya(Saul) pun bisa, saya(Saul) kan raja? Masakan hal semudah ini tidak boleh? Inilah kesombongan Saul, merasa sanggup melakukan pekerjaan yang tidak pernah diberikan kepadanya. Akibatnya Saul dijauhi Tuhan.
Contoh 2, juga terjadi kepada Saul. Dia sombong dan tidak taat kepada perintah Tuhan. Dia memang melakukan perintah itu, tetapi tidak seperti yang Tuhan perintahkan. Melakukan, tetapi tidak sepenuhnya. Tuhan menyuruh Saul untuk mengalahkan dan menumpas semua orang Amalek, jangan ada yang disisakan, sampai kepada hewan ternak mereka. Saul memang melakukan peperangan itu, tetapi dia menyisakan Raja Amalek. Raja itu tidak dibunuh, hanya ditangkap saja. Juga harta kekayaan dan ternak orang Amalek yang baik, tidak ditumpas, tetapi dijarah.Itu kesombongan, ketidaktaatan dalah kesombongan! Daud berdosa dalam perjinahan dengan Barsyeba, Petrus menyangkan Yesus, keduanya melakukan dosa yang tidak kalah hebatnya dengan Saul. Perbedaannya, Daud dan Petrus bertobat, sedangakan Saul tidak. Orang yang congkak, akan selalu berdalih dan tidak mau mengakui kesalahannya, apalagi bertobat.
Contoh 3, Raja Uzia, dalam II Tawarikh 26:3-15. Awal mulanya, Uzia adalah Raja yang takut akan Tuhan dan melakukan kebenaran, sehingga Tuhan memberkatinya dan menjadikannya berhasil. Namun, mulai dai ayat 16 dan seterusnya, karena keberhasilannya, Uzia melupakan Tuahn dan menjadi tinggi hati. II Tawarikh 26:16 berbunyi, “Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan.” Orang yang tinggi hati, akan melakukan hal-hal yang merusak dan berubah dalam kesetiaannya terhadap Tuhan. Raja Uzia sudah diperingati Tuhan melalui para nabi, tetapi Uzia tidak mau bertobat, malah marah. Akibatnya Raja Uzia terkene penyakit Kusta yang mengerikan, sampai akhir hidupnya.
Contoh 4, Raja Hizkia, dalam II Tawarikh 32:25, dikatakan bahwa Raja Hizkia, diluputkan dari musuhnya, Raja Sanherib. Lalu juga disembuhkan Tuhan dan diperpanjang usianya selama 15 tahun. Tetapi karena kesombongannya, dia menjadi angkuh dan tidak berterima kasih kepada Tuhan. Karena kesombongannya, dia memamerkan kekayaan kerajaannya. Akhirnya Hizkia dan segenap rakyat Israel, ditawan dan dibuang ke Babel. Inilah contoh=contoh yang jelas akibat kesombongan. Oleh karena itu, jauhilah kesombongan.(YES)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar